Viral SD Negeri di Labura Rusak Parah, Bobby Nasution Siapkan Opsi Bantuan
Schoolmedia News - Kondisi sebuah SD Negeri di Dusun Padang Nabidang, Desa Pematang, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan kondisi bangunan sekolah tersebut viral di media sosial.
Bangunan sekolah tampak mengalami kerusakan di sejumlah bagian. Dalam video yang beredar, terlihat atap dan beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan. Sebagian ruang juga disebut masih menggunakan konstruksi papan. Sekolah tersebut diketahui memiliki sekitar 36 siswa.
Kondisi sekolah semakin menjadi perhatian karena lokasinya berada di depan bangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah selesai dibangun. Perbandingan kondisi kedua bangunan tersebut kemudian memicu perhatian publik di media sosial.
Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan akan terlebih dahulu menanyakan persoalan tersebut kepada Bupati Labuhanbatu Utara. Bobby menjelaskan bahwa pengelolaan sekolah dasar merupakan kewenangan pemerintah kabupaten/kota.
Menurut Bobby, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memiliki tanggung jawab utama terhadap sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB. Karena itu, ia memilih berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah daerah setempat untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
Meski demikian, Bobby menyatakan Pemprov Sumut memiliki skema dana bantuan bagi pemerintah kabupaten dan kota. Jika pemerintah daerah mengalami keterbatasan anggaran untuk memperbaiki sekolah tersebut, bantuan dari pemerintah provinsi dapat menjadi salah satu opsi.
“Kalau memang Bupatinya nggak sanggup sekali, memang enggak ada uang sama sekali, kami kan ada dana bantuan,” kata Bobby, seperti dikutip dari pemberitaan detikSumut.
Bobby menyebut dana bantuan Pemprov Sumut untuk pemerintah kabupaten dan kota mencapai lebih dari Rp400 miliar dalam setahun. Ia mendorong pemerintah daerah mengajukan bantuan apabila memang membutuhkan dukungan anggaran untuk menangani persoalan infrastruktur.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya kondisi sarana dan prasarana sekolah sebagai bagian dari kualitas layanan pendidikan. Bangunan yang aman dan layak menjadi kebutuhan dasar agar siswa dan guru dapat menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan nyaman.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan pengecekan terhadap kondisi bangunan dan menentukan langkah perbaikan sesuai tingkat kerusakannya. Koordinasi lintas pemerintah juga diperlukan agar persoalan fasilitas pendidikan tidak berlarut-larut.
Viralnya kondisi sekolah di Labura menjadi pengingat bahwa pemerataan pembangunan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan akses siswa ke sekolah, tetapi juga memastikan tempat belajar memiliki fasilitas yang aman, layak, dan mendukung proses pembelajaran.
_
Liputan Khusus Lainnya:
Demo Digelar di Patung Kuda dan DPR Hari Ini, 511 Polisi Disiagakan
Sopir JakLingko Tabrak Lansia 81 Tahun di Jakbar, Langsung Dipecat