UNAIR Ingatkan Mahasiswa Baru: AI Boleh Dipakai, Etika Jangan Ditinggalkan
Schoolmedia News – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Di tengah semakin mudahnya mahasiswa menggunakan teknologi untuk mencari informasi dan membantu menyelesaikan tugas, Universitas Airlangga (UNAIR) mengingatkan mahasiswa baru agar tetap memperhatikan etika dalam penggunaan AI.
Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UNAIR 2026. Mahasiswa tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan dan sistem akademik kampus, tetapi juga diarahkan untuk memahami cara menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
AI dapat menjadi alat bantu dalam proses belajar, mulai dari mencari ide, memahami materi, hingga membantu mengembangkan berbagai gagasan. Namun, teknologi tersebut tidak seharusnya menggantikan proses berpikir dan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan karya akademik.
Mahasiswa juga perlu memahami batas antara menggunakan AI sebagai alat bantu dan menjadikan hasil AI sebagai karya pribadi tanpa proses verifikasi maupun pengakuan yang semestinya. Sikap kritis tetap diperlukan karena informasi yang dihasilkan AI belum tentu selalu tepat.
Penggunaan AI secara bijak juga berkaitan dengan integritas akademik. Mahasiswa perlu memastikan tugas, tulisan, maupun karya yang dikumpulkan tetap mencerminkan pemahaman dan kemampuan mereka sendiri.
Pengenalan etika AI menjadi semakin penting seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi digital di perguruan tinggi. Mahasiswa dituntut tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami konsekuensi dari setiap penggunaannya.
UNAIR sebelumnya mengukuhkan 9.416 mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2026/2027. Dalam rangkaian PKKMB, mahasiswa baru juga mendapatkan pengenalan mengenai kehidupan akademik serta berbagai aspek kehidupan kampus.
Pesan tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa baru untuk menghadapi dunia akademik yang semakin terintegrasi dengan teknologi. AI dapat menjadi partner belajar yang bermanfaat, tetapi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kejujuran, dan tanggung jawab tetap menjadi bagian penting dari proses pendidikan.
Dengan demikian, mahasiswa diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna AI, tetapi mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab.
_
Liputan Khusus Lainnya:
Jelang Aksi Kawal Putusan MK soal Anggaran MBG, Lalu Lintas DPR RI Masih Lancar
Demo Digelar di Patung Kuda dan DPR Hari Ini, 511 Polisi Disiagakan