Sekolah Sepi Peminat, Pakar UMY: Penggabungan Sekolah Jangan Jadi Solusi Pertama
Schoolmedia News Yogyakarta – Fenomena sekolah yang mengalami kekurangan peserta didik baru di sejumlah daerah memunculkan berbagai usulan solusi, termasuk penggabungan atau merger sekolah. Namun, pakar pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menilai langkah tersebut sebaiknya menjadi opsi terakhir setelah berbagai upaya peningkatan kualitas dan pengelolaan sekolah dilakukan.
Menurut Dosen Program Studi Pendidikan Matematika UMY, penggabungan sekolah memang dapat menjadi solusi ketika jumlah siswa sangat sedikit dan operasional sekolah tidak lagi berjalan efektif. Akan tetapi, kebijakan tersebut perlu dipertimbangkan secara matang karena berpotensi menimbulkan dampak sosial, psikologis, dan administratif bagi peserta didik, guru, maupun masyarakat sekitar.
Ia menjelaskan bahwa penyebab minimnya murid baru tidak selalu berkaitan dengan kualitas sekolah. Faktor demografi, seperti menurunnya angka kelahiran, perpindahan penduduk ke wilayah perkotaan, hingga perubahan preferensi orang tua dalam memilih sekolah, turut memengaruhi jumlah pendaftar setiap tahun.
Sebelum memutuskan penggabungan sekolah, pemerintah daerah dan pengelola pendidikan disarankan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi sekolah. Langkah yang dapat ditempuh antara lain meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kompetensi guru, memperbaiki fasilitas pendidikan, serta menghadirkan program unggulan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, sekolah juga perlu lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan peserta didik. Inovasi dalam pembelajaran, pemanfaatan media digital, serta penguatan komunikasi dengan masyarakat dinilai dapat meningkatkan daya tarik sekolah di tengah persaingan yang semakin ketat.
Pakar UMY menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan bukan sekadar mempertahankan jumlah peserta didik, tetapi memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, penggabungan sekolah perlu dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi siswa dan keberlanjutan layanan pendidikan di daerah tersebut.
Dengan pendekatan yang komprehensif, sekolah yang mengalami penurunan jumlah murid diharapkan tetap dapat berkembang dan memberikan layanan pendidikan yang optimal. Penggabungan sekolah dapat menjadi solusi, namun hanya ketika berbagai alternatif lain sudah tidak memungkinkan untuk diterapkan.
-
Penulis: Ashad Rizki
Editor: Ashad Rizki
Liputan Khusus Lainnya:
OSMB Jadi Gerbang Belajar Mandiri, UT Perluas Kesempatan Kuliah bagi Semua
Belajar dari Kasus Dokter Muda, FK UI Soroti Pentingnya Kesehatan Mental dan Supervisi
Fenomena Sekolah Minim Siswa Baru, Pakar UMY Soroti Perubahan Demografi dan Persaingan