Pemerintah Targetkan Revitalisasi Eks SD Inpres Tuntas dalam 1–3 Tahun ke Depan

Schoolmedia News Kupang – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan revitalisasi sekolah-sekolah bekas Sekolah Dasar Instruksi Presiden (SD Inpres) dapat diselesaikan dalam kurun waktu 1 hingga 3 tahun ke depan. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan dasar yang sebagian besar telah berusia puluhan tahun dan membutuhkan perbaikan menyeluruh.
Widyaprada Ahli Utama Kemendikdasmen, Khamim, menjelaskan bahwa banyak bangunan SD di Indonesia merupakan eks SD Inpres yang dibangun sejak era 1970-an. Seiring bertambahnya usia bangunan, sejumlah sekolah kini mengalami kerusakan pada ruang kelas maupun fasilitas pendukung sehingga membutuhkan revitalisasi agar tetap aman dan layak digunakan sebagai tempat belajar.
Menurut Khamim, Presiden telah memberikan arahan agar revitalisasi sekolah menjadi salah satu prioritas nasional. Pemerintah menargetkan penyelesaian perbaikan sekolah-sekolah tersebut dalam dua hingga tiga tahun ke depan sehingga peserta didik dapat menikmati lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Program revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik gedung, tetapi juga dilengkapi dengan peningkatan fasilitas pembelajaran. Sejumlah sekolah memperoleh ruang kelas baru, papan tulis digital, sanitasi yang lebih baik, hingga penataan lingkungan sekolah agar lebih ramah bagi peserta didik. Pelaksanaan pembangunan menggunakan sistem swakelola dengan melibatkan masyarakat setempat sehingga turut memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
Kemendikdasmen menilai revitalisasi sekolah telah memberikan dampak positif di berbagai daerah. Di Kota Kupang, misalnya, perbaikan infrastruktur pendidikan dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya Angka Partisipasi Kasar (APK) karena masyarakat semakin percaya menyekolahkan anak-anaknya di sekolah dengan fasilitas yang lebih memadai.
Melalui percepatan revitalisasi eks SD Inpres, pemerintah berharap kesenjangan kualitas sarana pendidikan antarwilayah dapat terus diperkecil. Dengan infrastruktur yang lebih baik, proses belajar mengajar diharapkan berlangsung lebih optimal sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar di seluruh Indonesia.
Penulis: Ashad Rizki
Editor: Ashad Rizki
Liputan Khusus Lainnya:
SD Inpres Naimata Kupang Terima Dana Revitalisasi Terbesar, Capai Rp3,1 Miliar
Semarang Perkuat Literasi Digital di Sekolah, Guru dan Siswa Ikuti Pelatihan Teknologi Pembelajaran