Ancaman Bencana Hidrometeorologi di Aceh: Longsor Susulan Terjang Gayo Lues, Penanganan Darurat Terhambat
SCHOOLMEDIA – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang kembali mengguyur kawasan pegunungan Kabupaten Gayo Lues memicu terjadinya bencana tanah longsor susulan di Desa Ketukah, Kecamatan Blangjerango, pada Senin (19/10/2026) malam pukul 22.20 WIB. Peristiwa ini terjadi di titik bekas longsoran sebelumnya yang pernah melanda kawasan tersebut pada 6 Oktober 2026 lalu.
Tingginya curah hujan di area berbukit tersebut memicu kembali pergerakan material tanah secara masif. Naas, longsoran tanah yang datang tiba-tiba turut menimbun satu unit alat berat yang tengah disiagakan di lokasi untuk melakukan pembersihan dan penanganan jalur lintasan warga.

Tantangan Penanganan Darurat di Jalur Rawan
Berdasarkan laporan sementara dari pihak berwenang, tidak ada korban jiwa, korban luka, maupun warga yang mengungsi akibat insiden ini. Kendati demikian, tertimbunnya alat berat tersebut melumpuhkan sementara kegiatan pembersihan jalan dan akses transportasi di Desa Ketukah.
Situasi di lapangan menunjukkan betapa tingginya risiko keselamatan bagi para petugas kebencanaan yang bekerja di daerah rawan pergerakan tanah. Untuk mengantisipasi potensi longsor susulan yang lebih besar—terutama saat hujan deras kembali turun—proses penanganan material di lokasi dihentikan sementara hingga kondisi tanah dipastikan benar-benar stabil.
Penyiagaan 24 Jam dan Imbauan Keselamatan
Menanggapi situasi riskan ini, personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Gayo Lues meningkatkan pemantauan secara ketat selama 24 jam penuh di sekitar titik lokasi bencana.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ir. Bahron Bakti, ST., MT., menegaskan pentingnya kewaspadaan ekstra terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang kian meningkat seiring tingginya curah hujan di wilayah Aceh. Ia menginstruksikan agar seluruh penanganan di lapangan wajib memprioritaskan keselamatan personel dan warga sekitar.
"Masyarakat dan petugas yang beraktivitas di sekitar lokasi longsor diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca terkini serta menghindari area-area lereng yang berpotensi mengalami pergerakan tanah susulan," imbaunya.
Urgensi Mitigasi Bencana Berkelanjutan
Peristiwa berulang di Desa Ketukah ini menjadi peringatan nyata akan tingginya kerentanan wilayah pedalaman Aceh terhadap ancaman banjir dan tanah longsor di musim penghujan. BPBA terus berkoordinasi erat dengan BPBD Kabupaten Gayo Lues untuk mendukung langkah penanganan serta memastikan masyarakat mendapatkan informasi peringatan dini secara cepat dan akurat.
Masyarakat yang bermukim di sekitar lintasan rawan bencana diminta untuk tetap siaga dan segera melapor kepada pihak berwenang apabila mendapati tanda-tanda awal pergerakan tanah atau retakan di lereng perbukitan.
Sumber: Laporan Resmi Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA)
Penulis Asli: Pusdatin BPBA
Penyunting: Athalla
Foto: Hanya sebagai ilustrasi (Sumber: Pexels)
Liputan Khusus Lainnya:
Tragedi Ruang Hidup Karhutla: Ancaman Kepunahan Satwa Liar dan Bayang-Bayang Konflik dengan Manusia
Kapolri Suyudi Lakukan Perombakan Besar di Polri, Reformasi Budaya Jadi Tantangan