4 ABK WNI Korban Penyanderaan Somalia Akhirnya Kembali ke Indonesia

SchoolmediaNews - Empat anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang menjadi korban penyanderaan di Somalia akhirnya kembali ke Tanah Air setelah melewati masa sulit selama lebih dari lima bulan. Mereka merupakan kru MT Honour 25 yang sebelumnya dibajak di sekitar perairan Hafun, Somalia.
Keempat ABK tersebut adalah Ashari Samadikun, selaku nakhoda asal Gowa, Adi Faizal dari Bulukumba, Wahudinanto dari Pemalang, serta Fiki Mutakin asal Bogor. Mereka merupakan bagian dari 17 awak kapal MT Honour 25 yang berasal dari beberapa negara.
Para ABK tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa (6/10/2026). Kedatangan mereka disambut oleh keluarga yang telah lama menantikan kepulangan mereka. Suasana haru terlihat ketika para korban bertemu kembali dengan keluarga setelah berbulan-bulan terpisah.
Dibebaskan Setelah Berbulan-bulan Disandera
Pembebasan para ABK berlangsung pada 29 September 2026 melalui operasi yang dilakukan oleh pemerintah negara bagian Puntland, Somalia. Sebelumnya, pemerintah Indonesia melakukan koordinasi dan diplomasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan para WNI.
Proses pembebasan dilakukan secara tertutup. Pemerintah sengaja tidak banyak mengungkap perkembangan negosiasi kepada publik karena mempertimbangkan keselamatan para sandera serta agar proses diplomasi tidak dimanfaatkan oleh kelompok penyandera.
Salah Satu ABK Mengalami Luka Tembak
Dalam proses penyanderaan, salah satu ABK WNI, Fiki Mutakin, mengalami luka akibat tembakan. Setelah terkena tembakan, Fiki disebut sempat berpura-pura tidak bergerak agar tidak kembali menjadi sasaran para pembajak. Ia kemudian mendapatkan bantuan dan dibawa untuk mendapatkan perawatan setelah operasi pembebasan.
Setelah berhasil dibebaskan, Fiki dan sejumlah ABK yang mengalami luka mendapat penanganan medis. Pemerintah Indonesia juga memastikan bahwa kondisi kesehatan, termasuk pemulihan fisik dan psikologis para korban, akan terus diperhatikan setelah mereka kembali ke Tanah Air.
Pemerintah Pastikan Pemulihan Berlanjut
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menyatakan pemerintah akan memastikan para korban mendapatkan perawatan yang diperlukan setelah melewati masa penyanderaan.
Kepulangan empat WNI tersebut menjadi akhir dari perjalanan panjang yang berlangsung selama sekitar lima bulan. Pemerintah juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam proses pembebasan dan pemulangan para ABK.
Dengan kembalinya keempat WNI tersebut, mereka kini dapat kembali berkumpul bersama keluarga dan menjalani proses pemulihan setelah melewati pengalaman berat selama berada dalam penyanderaan.
Sumber: CNBC Indonesia
Liputan Khusus Lainnya:
Dampak Fenomena El Nino, BMKG Catat Rekor Hari Tanpa Hujan di Buleleng Bali Tembus 123 Hari
Masih Ada Korban Terjebak, Basarnas Desak Pemilik KM Virgo Segera Lakukan Pengangkatan Bangkai Kapal
Ancaman Kemirigan Bangkai KM Virgo dan Lumpur Pekat Pertaruh Keselematan Tim Penyelam SAR