Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
lipsus

Bansos Mbah Darmi Kembali Diajukan Setelah Sempat Dinonaktifkan, Data Sudah Bersih

author ASHAD
Sep 04, 2026 |
2 Dilihat


Schoolmedia News – Kabar baik datang untuk Mbah Darmi, lansia asal Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Setelah sempat mengalami penghentian bantuan sosial akibat datanya terindikasi terkait aktivitas judi online, kini namanya kembali dapat diajukan sebagai penerima bansos.

Kasus Mbah Darmi menjadi perhatian karena kondisi kehidupannya tidak mencerminkan tuduhan yang sempat muncul. Pemerintah desa kemudian melakukan penelusuran dan mengajukan sanggahan agar data lansia tersebut dapat diperbaiki.

Sempat Masuk Data Penghentian Bansos

Mbah Darmi sebelumnya menjadi salah satu penerima bantuan sosial yang mengalami penghentian penyaluran. Kondisi tersebut membuat bantuan yang selama ini menjadi salah satu penopang kebutuhan hidupnya tidak lagi diterima.

Namun, pihak desa mengetahui bahwa kondisi Mbah Darmi berbeda dengan informasi yang muncul dalam sistem. Karena itu, pemerintah desa mengambil inisiatif untuk melakukan klarifikasi.

Pemerintah Desa Ajukan Sanggahan

Operator data Desa Kayugeritan kemudian mengajukan sanggahan kepada pihak terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan data Mbah Darmi kembali sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, Suprayitno, menyebut sanggahan terhadap data Mbah Darmi telah diterima dan disetujui oleh pemerintah pusat pada 30 Agustus 2026.

Artinya, proses pemulihan data Mbah Darmi telah mendapatkan titik terang.

Data Mbah Darmi Kini Bisa Diusulkan Kembali

Operator DTKS Desa Kayugeritan, Neli Setyoningsih, menjelaskan bahwa setelah sanggahan diterima, data Mbah Darmi sudah dapat kembali diajukan untuk memperoleh bantuan sosial.

Pengusulan dilakukan melalui sistem Kemensos pada periode awal bulan. Pemerintah desa akan memasukkan kembali data Mbah Darmi agar dapat diproses dalam mekanisme penyaluran berikutnya.

Meski demikian, pemerintah desa belum dapat memastikan kapan bantuan tersebut akan kembali dicairkan karena masih menunggu proses dan keputusan dari Kementerian Sosial.

Kondisi Ekonomi Tetap Berada di Desil 1

Di tengah persoalan tersebut, status kesejahteraan Mbah Darmi disebut tidak mengalami perubahan. Data pemerintah masih menempatkannya dalam desil 1, yaitu kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah dalam pemeringkatan DTSEN.

Kondisi ini menjadi salah satu alasan penting bagi pemerintah desa untuk memastikan hak Mbah Darmi sebagai warga yang membutuhkan bantuan tetap diperhatikan.

Bukan Hanya Persoalan Bansos

Persoalan yang dialami Mbah Darmi ternyata tidak berhenti pada penghentian bantuan sosial. Pemerintah desa juga menemukan adanya dugaan penggunaan identitasnya oleh pihak lain untuk pengajuan pinjaman di sejumlah bank.

Pihak desa kemudian berkoordinasi dengan perbankan untuk menelusuri persoalan tersebut dan memastikan identitas Mbah Darmi tidak kembali disalahgunakan.

Pelajaran dari Kasus Mbah Darmi

Kasus ini menunjukkan pentingnya ketelitian dalam pemutakhiran data bantuan sosial. Kesalahan atau ketidaksesuaian data dapat berdampak langsung terhadap masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Karena itu, mekanisme sanggah dan verifikasi menjadi bagian penting untuk memastikan penerima bansos yang sebenarnya layak tidak kehilangan hak hanya karena adanya persoalan dalam data.

Pemerintah Desa Berperan Aktif

Langkah pemerintah Desa Kayugeritan menjadi contoh bagaimana pemerintah di tingkat paling dekat dengan masyarakat dapat membantu menyelesaikan persoalan administrasi.

Operator desa yang memahami kondisi warganya mengambil inisiatif mengajukan sanggahan tanpa harus menunggu keluarga Mbah Darmi meminta bantuan terlebih dahulu.

Menunggu Proses Berikutnya

Dengan diterimanya sanggahan, Mbah Darmi kini memiliki kesempatan untuk kembali memperoleh bantuan sosial. Namun, proses tersebut belum berarti bantuan langsung cair.

Data harus kembali diajukan melalui sistem dan menunggu proses verifikasi serta penetapan dari pemerintah pusat.

Kisah Mbah Darmi menjadi pengingat bahwa data bantuan sosial harus terus diperbarui dan diverifikasi. Di balik setiap data penerima terdapat kehidupan nyata masyarakat yang bergantung pada ketepatan kebijakan dan administrasi pemerintah.

_

Sumber:https://regional.kompas.com/read/2026/09/04/084918578/sempat-dinonaktifkan-akibat-isu-judol-bansos-mbah-darmi-kembali-diajukan


Pertemuan Prabowo-Putin di Vladivostok, Apa Saja Yang Mereka Bahas?
Lipsus Selanjutnya
Pertemuan Prabowo-Putin di Vladivostok, Apa Saja Yang Mereka Bahas?
author ASHAD
Sep 04, 2026
Bansos Lansia Tukang Tambal Ban di Blora Terhenti, Ternyata Terdata Punya Mobil
Lipsus Sebelumnya
Bansos Lansia Tukang Tambal Ban di Blora Terhenti, Ternyata Terdata Punya Mobil
author ASHAD
Sep 04, 2026

Komentar