Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
lipsus

Dinkes Sebut MBG Diduga Picu Keracunan di SMKN 6 Semarang Dimasak Terlalu Awal

author Andeliyumna
Aug 04, 2026 |
5 Dilihat


Semarang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan keracunan massal yang dialami ratusan siswa dan guru SMKN 6 Semarang setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan hasil investigasi awal, makanan yang disajikan kepada para siswa diduga dimasak terlalu awal sebelum didistribusikan, sehingga berpotensi memengaruhi kualitas dan keamanan pangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, menjelaskan bahwa menu MBG yang dikonsumsi siswa SMKN 6 diketahui mulai dimasak pada Rabu (29/7) sekitar pukul 21.00 WIB, kemudian baru dibagikan kepada siswa pada keesokan paginya. Menurutnya, jeda waktu tersebut tidak sesuai dengan praktik penyajian makanan yang ideal.

"Seharusnya makanan yang akan dibagikan pada pagi hari dimasak menjelang waktu distribusi agar tetap segar dan aman untuk dikonsumsi," jelas Hakam. Ia menambahkan, makanan matang idealnya segera didistribusikan dan tidak dibiarkan terlalu lama sebelum dikonsumsi.

Selain persoalan waktu memasak, Dinkes juga menemukan adanya dugaan ketidakpatuhan terhadap prosedur operasional standar (SOP). Dari hasil pemeriksaan awal, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi yang menyiapkan makanan diduga hanya memenuhi sebagian kecil dari SOP yang telah ditetapkan. Temuan ini masih akan didalami melalui investigasi lanjutan.

Sementara itu, data sementara Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 707 orang mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan MBG, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru. Sebagian besar korban mengalami keluhan seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare. Mayoritas telah mendapatkan penanganan medis di sekolah maupun fasilitas kesehatan, sementara beberapa siswa masih menjalani perawatan di rumah sakit hingga proses pemulihan selesai.

Badan Gizi Nasional (BGN) turut melakukan investigasi bersama Dinas Kesehatan. Selain meneliti waktu memasak, petugas juga mengambil sampel sejumlah bahan makanan, seperti daun singkong dan bumbu rendang, untuk diperiksa di laboratorium. Pemerintah menegaskan bahwa penyebab pasti insiden tersebut baru dapat dipastikan setelah hasil pemeriksaan laboratorium selesai.

Sebagai langkah kehati-hatian, operasional SPPG Karangturi dihentikan sementara hingga seluruh proses investigasi selesai. BGN juga menyatakan akan mempercepat penerapan sistem digital untuk memantau proses produksi makanan, mulai dari waktu persiapan bahan, proses memasak, hingga distribusi. Sistem tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengawasan serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Pemerintah Kota Semarang mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab keracunan sebelum hasil laboratorium diumumkan secara resmi. Dinkes menegaskan bahwa keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama, sementara evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis akan terus dilakukan agar standar keamanan pangan dapat diterapkan secara konsisten di seluruh penyelenggara.

-

Tim Schoolmedia

Gugatan Anggaran MBG di Mahkamah Konstitusi, Menjaga Hak Pendidikan atau Menghambat Program Strategis?
Lipsus Selanjutnya
Gugatan Anggaran MBG di Mahkamah Konstitusi, Menjaga Hak Pendidikan atau Menghambat Program Strategis?
author Andeliyumna
Aug 04, 2026
3 Jam Mengapung di Laut, Kisah Penyintas KMP Mutiara Sentosa II Selamat dari Kebakaran
Lipsus Sebelumnya
3 Jam Mengapung di Laut, Kisah Penyintas KMP Mutiara Sentosa II Selamat dari Kebakaran
author Andeliyumna
Aug 03, 2026

Komentar