Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
lipsus

Bandara Soekarno-Hatta Masih Tutup, Penumpang Bertahan di Terminal hingga Menginap

author ASHAD
Sep 07, 2026 |
2,092 Dilihat


Schoolmedia News LIpsus – Penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau membuat sejumlah calon penumpang harus bertahan di area terminal. Sebagian penumpang bahkan memilih tidur di terminal karena belum mendapatkan kepastian mengenai keberangkatan mereka.

Penutupan operasional bandara diperpanjang hingga Senin (7/9/2026) pagi. Kementerian Perhubungan menyatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik dan keselamatan penerbangan.

Penumpang Terpaksa Menunggu

Penutupan bandara membuat calon penumpang menghadapi situasi yang tidak terduga. Mereka yang sebelumnya telah datang untuk melakukan perjalanan harus menunggu di terminal sambil memantau perkembangan penerbangan.

Sejumlah penumpang bahkan harus bermalam di bandara setelah jadwal penerbangan mereka ditunda atau dibatalkan.

Sebelumnya, ada penumpang yang mengaku telah datang sejak malam hari dan sempat melakukan boarding. Namun, mereka kemudian diminta kembali ke terminal karena penerbangan belum dapat diberangkatkan.

Dampak Abu Vulkanik terhadap Penerbangan

Penutupan dilakukan setelah pemantauan menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di kawasan bandara.

Abu vulkanik menjadi ancaman serius terhadap keselamatan penerbangan sehingga operasional pesawat tidak dapat dilakukan sebelum kondisi dinyatakan aman.

Kementerian Perhubungan terus memantau pergerakan abu vulkanik berdasarkan informasi dari BMKG. Kondisi atmosfer yang dinamis membuat waktu pembukaan bandara harus terus dievaluasi.

Puluhan Ribu Penumpang Terdampak

Penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta sebelumnya berdampak pada 22.798 penumpang. Sejumlah penerbangan mengalami pembatalan, penundaan, penjadwalan ulang, maupun pengalihan rute.

Dampaknya tidak hanya dirasakan penumpang yang hendak berangkat dari Jakarta, tetapi juga mereka yang memiliki penerbangan lanjutan maupun perjalanan menuju berbagai kota dan negara.

Penumpang Mencari Alternatif Perjalanan

Ketidakpastian penerbangan membuat sebagian calon penumpang mulai mencari pilihan transportasi lain.

Ada penumpang yang memilih mengubah jadwal perjalanan, sementara sebagian lainnya mempertimbangkan transportasi darat untuk melanjutkan perjalanan menuju kota tujuan.

Bagi penumpang yang harus segera sampai di tujuan, situasi ini menjadi tantangan tersendiri karena perubahan perjalanan juga dapat menimbulkan biaya tambahan.

Layanan Kesehatan Disiapkan

Di tengah penumpukan penumpang, Polresta Bandara Soekarno-Hatta menyediakan layanan kesehatan dan membagikan masker kepada pengguna jasa bandara.

Layanan tersebut diberikan di sejumlah terminal untuk membantu penumpang yang terdampak penundaan penerbangan sekaligus mengantisipasi paparan debu vulkanik.

Petugas juga mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Keselamatan Jadi Prioritas

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kapan bandara dapat kembali beroperasi.

Pemantauan sebaran abu dilakukan secara berkala. Bahkan, Kemenhub melakukan paper test setiap 30 menit di bandara terdampak untuk memantau kondisi abu vulkanik.

Jika bandara kembali dibuka, pesawat yang akan beroperasi juga harus terlebih dahulu diperiksa untuk memastikan tidak terdapat abu vulkanik yang dapat membahayakan mesin.

Penutupan Bukan Sekadar Soal Jadwal

Bagi penumpang, pembatalan atau penundaan penerbangan tentu menimbulkan ketidaknyamanan. Namun, kondisi tersebut merupakan konsekuensi dari keputusan keselamatan yang tidak dapat diabaikan.

Penerbangan membutuhkan kondisi ruang udara yang aman. Karena itu, keputusan membuka kembali bandara harus berdasarkan hasil pemantauan dan pemeriksaan, bukan semata-mata tekanan untuk mengembalikan jadwal penerbangan.

Pelajaran dari Gangguan Penerbangan

Peristiwa ini menunjukkan bagaimana aktivitas gunung api dapat memberikan dampak luas terhadap mobilitas masyarakat.

Gangguan tidak hanya terjadi di sekitar wilayah gunung, tetapi juga dapat memengaruhi bandara, penerbangan, perjalanan bisnis, pariwisata, hingga aktivitas ekonomi.

Bagi calon penumpang, situasi tersebut menjadi pengingat pentingnya selalu memeriksa informasi penerbangan melalui kanal resmi ketika terjadi kondisi darurat.

Menunggu Kepastian Pembukaan

Hingga Senin pagi, operasional Bandara Soekarno-Hatta masih menunggu hasil pemantauan kondisi abu vulkanik. Penutupan berlaku hingga pukul 08.59 WIB berdasarkan NOTAM yang diterbitkan untuk bandara tersebut.

Kepastian pembukaan kembali akan bergantung pada hasil evaluasi kondisi ruang udara dan aspek keselamatan penerbangan.

Di balik penutupan bandara, ada ribuan penumpang yang harus menunda perjalanan dan sebagian memilih bertahan di terminal. Namun, keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama sebelum aktivitas penerbangan kembali normal.

_

Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/09/07/07241001/bandara-soekarno-hatta-masih-tutup-penumpang-tidur-di-terminal-hingga


Pertemuan Prabowo-Putin di Vladivostok, Apa Saja Yang Mereka Bahas?
Lipsus Sebelumnya
Pertemuan Prabowo-Putin di Vladivostok, Apa Saja Yang Mereka Bahas?
author ASHAD
Sep 04, 2026

Komentar