Kemenko PMK, Kemendikdasmen, KemenPPPA dan Kemendukbangga Luncurkan Gerakan BERLIAN, Sinergi Lintas Kementerian Wujudkan Pengasuhan Berkualitas demi Indonesia Emas 2045

Schoolmedia News Jakarta = Pemerintah resmi meluncurkan Gerakan Bulan Bersama Lindungi Anak (BERLIAN) sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem perlindungan anak di Indonesia. Peluncuran yang digelar pada Senin (6/7/2026) ini menandai kolaborasi lintas kementerian antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) serta Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Gerakan ini dirancang untuk memastikan setiap anak Indonesia dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang, sekaligus bebas dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan perundungan. Menteri PPPA, Arifah Choiri Fauzi, menekankan bahwa perlindungan anak tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan sinergi seluruh elemen bangsa.
"Perlindungan terhadap anak harus hadir di setiap ruang kehidupan, meliputi area rumah, satuan pendidikan, hingga ruang digital," ujar Arifah dalam keterangan resminya di Jakarta.
Arifah menegaskan bahwa fokus utama Gerakan BERLIAN diarahkan pada penguatan fungsi keluarga. Menurutnya, pemenuhan hak dan jaminan keamanan bagi anak harus diinisiasi dan diwujudkan terlebih dahulu dari dalam lingkup hubungan keluarga.
Keluarga menjadi titik awal di mana nilai-nilai perlindungan ditanamkan sebelum anak berinteraksi lebih luas dengan masyarakat dan lingkungan eksternal lainnya.
Pengasuhan Hangat Aman dan Berkualitas
Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Kemendukbangga/Wakil Kepala BKKBN, Isyana Bagoes Oka, menyatakan bahwa keterlibatan lembaganya dalam gerakan ini merupakan bentuk komitmen nyata untuk memperkuat perlindungan anak dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga. Isyana memposisikan keluarga sebagai benteng pertama yang sangat menentukan terpenuhi atau tidaknya hak-hak dasar seorang anak.
"Pengasuhan yang hangat, aman, dan berkualitas di rumah menjadi fondasi utama untuk lahirnya generasi unggul," kata Isyana. Ia menambahkan bahwa tanpa fondasi pengasuhan yang kuat di tingkat domestik, upaya perlindungan di tingkat sekolah maupun masyarakat akan kurang optimal.
Meskipun diluncurkan dengan nama "Bulan Bersama", semangat Gerakan BERLIAN tidak dimaksudkan sebagai kampanye sesaat yang hanya berlangsung selama bulan Juli. Sebaliknya, gerakan ini dirancang untuk berjalan secara berkelanjutan dan menjadi budaya di setiap keluarga Indonesia.
Pemerintah memandang bahwa perlindungan anak bersifat preventif, bukan kuratif. Artinya, upaya perlindungan tidak dimulai ketika masalah atau kekerasan telah terjadi, melainkan sejak awal keluarga mampu menghadirkan pola pengasuhan yang penuh kasih dan aman.
Kolaborasi antara KPPPA dan BKKBN ini diharapkan dapat menciptakan standar baru dalam praktik pengasuhan anak di Indonesia. Dengan memperkuat ketahanan keluarga, pemerintah optimis bahwa anak-anak Indonesia akan tumbuh menjadi individu yang resilien dan terlindungi.
Hal ini sejalan dengan visi jangka panjang negara, yaitu mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045, di mana kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama kemajuan bangsa.
Gerakan BERLIAN juga mengajak partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk satuan pendidikan, dunia usaha, media massa, dan masyarakat umum. Tujuannya adalah memastikan bahwa prinsip perlindungan anak meresap ke dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari, sehingga tidak ada lagi ruang bagi tindak kekerasan atau penelantaran terhadap anak.
Melalui pendekatan holistik ini, pemerintah berharap dapat memutus mata rantai kekerasan terhadap anak dan membangun generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Tim Schoolmedia
Liputan Khusus Lainnya:
Siapkan Fasilitator Nasional, Pemerintah Perketat Penjaminan Mutu PAUD dan Kucurkan Rp 41,7 Miliar untuk 2.530 Satuan PAUD Berkinerja Terbaik
Komunitas Agama Dukung Langkah Kemendikdasmen Wujudkan Pendidikan Inklusif
Kemendikdasmen Apresiasi Komitmen Pemda Rembang Hadirkan Beasiswa guna Pemerataan Pendidikan Bermutu