Cari

PPDB Sekolah Garuda 2026 Dibuka Februari, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya


Schoolmedia News JAKARTA = Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Garuda untuk tahun ajaran 2026/2027. Proses seleksi dijadwalkan dimulai pada Februari 2026 dan dilaksanakan secara nasional dengan sistem seleksi berjenjang. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul melalui pendidikan menengah berstandar internasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan, Sekolah Garuda dirancang sebagai sekolah menengah berbasis sains dan teknologi yang ditujukan bagi siswa dengan potensi akademik tinggi, khususnya di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM). Sekolah Garuda menjadi salah satu upaya negara memperluas akses pendidikan berkualitas tinggi, terutama bagi anak-anak berprestasi dari berbagai latar belakang sosial ekonomi, ujar Brian dalam keterangan resmi, Senin.

Pada tahun ajaran perdana ini, pemerintah akan mengoperasikan empat Sekolah Garuda baru yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, yakni di Kabupaten Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur), Tanjung Selor (Kalimantan Utara), Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), dan Belitung Timur (Kepulauan Bangka Belitung). Setiap sekolah diproyeksikan menerima sekitar 160 siswa, sehingga total daya tampung mencapai kurang lebih 640 peserta didik.

Syarat Pendaftaran 

PPDB Sekolah Garuda terbuka bagi siswa lulusan SMP atau MTs sederajat pada tahun berjalan. Pemerintah menetapkan sejumlah persyaratan umum yang harus dipenuhi calon peserta didik. Pertama, pendaftar merupakan Warga Negara Indonesia. Kedua, calon peserta didik berusia maksimal 17 tahun pada saat pendaftaran. Ketiga, peserta bersedia mengikuti pendidikan berasrama penuh yang menjadi bagian dari sistem pembelajaran Sekolah Garuda.

Selain persyaratan umum, terdapat pula persyaratan akademik yang menjadi penilaian utama dalam proses seleksi. Calon siswa harus memiliki nilai rapor yang baik, terutama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Pemerintah juga memberi perhatian pada rekam jejak prestasi akademik, khususnya prestasi di bidang STEM yang terdata dalam sistem Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Pemerintah menegaskan bahwa latar belakang ekonomi tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk mendaftar. Bahkan, siswa dari keluarga kurang mampu secara ekonomi mendapat prioritas afirmatif sepanjang memenuhi kriteria akademik yang ditetapkan. Seluruh siswa yang diterima akan memperoleh beasiswa penuh yang mencakup biaya pendidikan, asrama, serta kebutuhan penunjang pembelajaran lainnya.

Tahapan dan Jadwal Seleksi 

Proses seleksi PPDB Sekolah Garuda 2026 dilakukan melalui beberapa tahapan. Pendaftaran dan unggah dokumen administrasi dijadwalkan berlangsung sepanjang Februari 2026. Pada tahap ini, calon peserta didik diminta mengunggah dokumen seperti rapor semester 1 hingga 5, akta kelahiran, kartu identitas, serta dokumen pendukung lain yang dipersyaratkan.

Tahap berikutnya adalah tes potensi akademik dan tes akademik yang meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Tes ini dijadwalkan berlangsung pada pertengahan hingga akhir Maret 2026. Peserta yang lolos seleksi akademik akan mengikuti tahap wawancara untuk menggali motivasi belajar, kesiapan mengikuti pendidikan berasrama, serta komitmen siswa dan orang tua.

Setelah itu, peserta menjalani tes kesehatan pada awal April 2026. Pengumuman hasil akhir seleksi direncanakan pada Mei 2026, dilanjutkan dengan masa orientasi peserta didik sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Model Sekolah Garuda 

Sekolah Garuda dirancang sebagai sekolah menengah berasrama dengan kurikulum nasional yang diperkaya pendekatan internasional. Model ini berbeda dengan sekolah negeri pada umumnya yang menerapkan sistem zonasi dan tidak berasrama. Di Sekolah Garuda, pembelajaran berlangsung secara intensif dengan dukungan fasilitas laboratorium sains, teknologi digital, serta pendampingan akademik dan karakter.

Pemerintah menegaskan bahwa Sekolah Garuda bukanlah reinkarnasi dari Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang sebelumnya dihentikan. Berbeda dengan RSBI yang dinilai menimbulkan kesenjangan akses, Sekolah Garuda mengedepankan prinsip inklusivitas melalui pembiayaan penuh oleh negara dan seleksi berbasis potensi, bukan kemampuan ekonomi.

Dibandingkan dengan program Sekolah Rakyat yang juga dikembangkan pemerintah, Sekolah Garuda memiliki fokus yang berbeda. Sekolah Rakyat diarahkan untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat miskin dan rentan tanpa seleksi akademik ketat. Adapun Sekolah Garuda menargetkan siswa berprestasi dengan minat kuat di bidang sains dan teknologi untuk dipersiapkan menjadi talenta unggul nasional.

Model Sekolah Garuda juga memiliki kemiripan dengan sejumlah sekolah berasrama unggulan lain, seperti SMA Taruna Nusantara, terutama dalam hal pembinaan karakter dan kedisiplinan. Namun, Sekolah Garuda menempatkan sains dan teknologi sebagai fokus utama pembelajaran dengan orientasi pada pengembangan inovasi dan riset sejak pendidikan menengah.

Arah Kebijakan Pendidikan 

Pembukaan PPDB Sekolah Garuda 2026 menandai arah baru kebijakan pendidikan menengah yang lebih tersegmentasi dan strategis. Pemerintah berharap, melalui Sekolah Garuda, Indonesia dapat menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing global dan kepekaan sosial.

Sekolah Garuda adalah investasi jangka panjang bangsa. Anak-anak terbaik dari berbagai daerah akan dibina dan disiapkan untuk berkontribusi bagi kemajuan Indonesia, ujar Brian.

Dengan dimulainya proses seleksi pada Februari 2026, pemerintah mengimbau para siswa dan orang tua untuk mencermati syarat serta jadwal PPDB agar tidak kehilangan kesempatan mengikuti program pendidikan unggulan tersebut.

Tim Schoolmedia

Lipsus Selanjutnya
Analisis Psikologi Pendidikan: Dampak Skor Tes Standar terhadap Motivasi Belajar
Lipsus Sebelumnya
Kontras Tata Kelola Administrasi: Komdigi Raih Penghargaan Ombudsman, Kemendikdasmen Tersandung Kasus Chromebook

Liputan Khusus Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar