Cari

KPPPA: Sarapan Penting untuk Perkembangan Anak

Menu sarapan, Foto: pixabay

 

Sarapan penting bagi tumbuh kembang anak, sebab anak yang tidak sarapan bisa kehilangan sepertiga dari pertumbuhannya. Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Lenny N Rosalin mengatakan hal tersebut.

"Siklus hidup anak itu harus makan tiga kali sehari; yaitu pagi, siang, dan malam; dengan asupan gizi yang cukup," kata Lenny di Semarang, Kamis. 11 April 2019.

Lenny mengatakan bila anak tidak sarapan, hanya makan siang dan sore, maka dia akan kehilangan sepertiga dari pertumbuhannya. Bisa jadi anak tersebut tidak tumbuh 100 persen, tetapi hanya 75 persen.

 

Baca jugaBKKBN Gebrakkan Gerakan Kembali ke Meja Makan

 

Menurut Lenny, ukuran pertumbuhan anak adalah tinggi badan dan berat badan. Anak yang tidak dibiasakan sarapan, kemungkinan tinggi badan atau berat badannya di bawah anak-anak yang biasa sarapan.

"Itu akan menyebabkan isu kekurangan gizi, gizi buruk, bahkan kekerdilan atau 'stunting'," tutur Lenny.

Bila anak memang tidak sempat untuk sarapan di rumah, Lenny mengatakan bisa dibawakan bekal untuk dimakan di sekolah sebelum pelajaran dimulai.

 

Baca jugaDinkes Aceh Jaya: Kasus Kekerdilan Anak Masih Tinggi

 

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada 2017 pernah melakukan program yang merupakan kampanye global, yang salah satunya adalah sarapan dengan membawa bekal ke sekolah.

"Ternyata makan bekal bersama membawa dampak positif bagi anak. Anak yang sebelumnya tidak mau makan sayur, jadi mau makan sayur karena melihat temannya makan sayur," kata Lenny.

Kegiatan itu, kata Lenny, diikuti oleh banyak sekolah. Karena dampaknya positif, beberapa sekolah akhirnya melanjutkan beberapa program itu menjadi kebiasaan. 

Lipsus Selanjutnya
Pemkab Bangka Barat Imbau Orang Tua Pantau Literasi Digital Anak
Lipsus Sebelumnya
Menhan Luncurkan Kapal Selam Pertama Buatan Indonesia

Liputan Khusus Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar