Media sosial, Foto: pixabay
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengimbau agar para orang tua memantau literasi digital anak untuk mengantisipasi pengaruh negatif. Dengan masuknya pengaruh negatif pada anak, dapat merusak karakter dan mentalnya.
"Peran orang tua sangat penting untuk mencegah pengaruh negatif era digital saat ini, kami berharap mereka melakukan pembatasan dan selalu mendampingi anaknya saat menggunakan gawai," kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Bangka Barat, Ismail di Muntok, Jumat, 12 April 2019.
Baca juga: Psikolog: Orang Tua Tak Sadari Tanamkan Perilaku Perundungan ke Anak
Menurut dia, dugaan perundungan terhadap anak di bawah umur yang menimpa AU (12) siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat, salah satu penyebabnya dipengaruhi oleh kebebasan anak dalam bermedia sosial.
"Sebagai orang tua, kita harus bijaksana dan tegas terhadap anak di bawah umur dalam memanfaatkan media sosial dan mendapatkan informasi dari internet, dampingi dan jangan sampai mereka menggunakannya secara sembunyi-sembunyi agar mudah dipantau," ujarnya.
Selain itu, kata Ismail, para orang tua juga harus mampu berperan sebagai sahabat bagi anak-anaknya agar terjalin komunikasi yang baik antara anak dengan orang tua.
"Dengan kasih sayang yang cukup kami yakin akan bisa meredam kenakalan remaja dan anak bawah umur sekaligus memperkuat karakter dan budi pekerti luhur sebagai bekal masa depan anak-anak," kata Ismail.
Baca juga: Akademisi: Kasus Siswi SMP Ingatkan Pentingnya Pendidikan Karakter
Terkait peristiwa yang terjadi di Pontianak tersebut, Ismail berharap, agar jika para pelaku terbukti bersalah dapat diselesaikan sesuai hukum yang berlaku.
"Sebagai terapi kejut sesuai hukum yang berlaku untuk mencegah terulangnya peristiwa itu," kata Ismail.
Tinggalkan Komentar