Ilustrasi bermain layang-layang, Foto: Pixabay
Dua siswa SD di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat tersetrum listrik akibat tali kawat layang-layang putus dan tersangkut di jaringan listrik. Peristiwa ini menyebabkan satu korban meninggal dan lainnya menjalani perawatan di rumah sakit.
"Bocah yang merupakan bersaudara tersebut memegang tali kawat layang-layang yang putus dan tersangkut di jaringan listrik. Hal itu menyebabkan kesetrum dan tidak sadarkan diri. Ibu korban teriak meminta tolong," kata saksi mata yang juga tetangga korban, Apung di Pontianak, Senin, 21 Januari 2019.
Apung mengatakan, kasus tersebut terjadi Senin, 21 Januari 2019 sekitar pukul 17.00 WIB di depan rumahnya di Parit Tengkorak, Sungai Raya, Pontianak. Setelah peristiwa itu, kata Apung, keduanya langsung dilarikan ke RS Kartika Husada. Satu dari korban tersebut dinyatakan meninggal dunia dan satu korban lainnya masih dirawat di rumah sakit.
Menanggapi peristiwa ini, Manajer Unit Pelaksana Penyaluran dan Pengatur Beban (UP3B) Kalbar, Ricky Faizal mengatakan gangguan pasokan listrik di Kalimantan Barat mayoritas terjadi karena permainan layang-layang tersebut.
"Kawat layang-layang merupakan ancaman terbesar bagi keberlangsungan pasokan aliran listrik di Kota Pontianak dan sekitarnya. Berdasarkan data gangguan listrik yang berhasil kami catat sepanjang 2018 hingga Januari 2019 sekitar 90 persen gangguan listrik disebabkan oleh kawat layang-layang," ujar Ricky.
Ia menambahkan kawat layang-layang mengancam kabel transmisi 150 kV (SUTT) dan jaringan distribusi (TM) yang ada di pinggir jalan. Kawat layang-layang yang mengenai jaringan listrik PLN tersebut dapat menyebabkan "korsleting" baik pada jaringan 20.000 volt maupun 150.000 volt.
"Dampaknya sangat berbahaya baik bagi keselamatan pekerja PLN yang sedang bekerja pada jaringan tersebut maupun di gardu induk, berbahaya bagi warga di sekitar jaringan yang terganggu, juga berbahaya terhadap instalasi listrik PLN," kata Ricky menjelaskan.
Selain mengancam kabel transmisi, Ricky melanjutkan, kawat layang-layang juga mengancam keselamatan warga yang berkendara dan kebetulan melintas di jalan raya. Menurutnya, tidak terhitung berapa nilai kerugian materi dan non materi yang harus ditanggung hanya karena kurangnya kepedulian masyarakat terhadap kawat layang-layang. Bahkan, kata Ricky, sudah banyak korban jiwa akibat dari kawat layang-layang.
"Perlu perhatian serius semua pihak terutama aparat keamanan serta pemerintah terkait untuk menindak tegas pemain layang-layang yang sudah sangat meresahkan kita bersama. Apalagi Perda larangannya pun sudah lama ada," jelas Ricky.
Menurut Ricky, selama masih ada layang-layang mengudara di Kota Pontianak dan sekitarnya maka akan menurunkan kehandalan pasokan listrik.
"Bermain layang-layang dengan kawat sudah menjadi tradisi warga Kota Pontianak dan sekitarnya, namun mengingat potensi bahaya dan akibatnya sebaiknya sudah semestinya warga bermain layang-layang dengan bijak, yaitu tidak menggunakan lagi kawat," kata Ricky berharap.
Tinggalkan Komentar