Helikopter Water Bombing Dikabarkan Jatuh di Perairan Seruyan, Tim SAR Lakukan Penelusuran
SCHOOLMEDIA – Sebuah helikopter water bombing yang bertugas mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan dikabarkan mengalami kecelakaan di wilayah perairan Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, pada Rabu siang, 4 November 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, helikopter yang terlibat merupakan jenis Mi 17 milik Penerbad dengan nomor registrasi HA 5235. Helikopter tersebut diketahui berbasis di Bandara Kuala Pembuang untuk menjalankan misi pemadaman udara.

Ditemukan Satu Kilometer dari Bibir Pantai
Lokasi dugaan jatuhnya helikopter diperkirakan berada di area perairan laut dekat Desa Pematang Limau, Kabupaten Seruyan, dengan jarak sekitar satu kilometer dari bibir pantai.
Helikopter tersebut dilaporkan membawa delapan personel di dalamnya saat menjalankan tugas operasional. Informasi awal mengenai insiden ini juga telah beredar di lingkungan grup penyelamat Basarnas Kalimantan Tengah beserta rekaman visual yang menunjukkan estimasi waktu kejadian sekitar pukul 11.11 WIB.
Menunggu Keterangan Resmi dan Doa Masyarakat
Hingga saat ini, pihak Basarnas maupun instansi pemerintah terkait masih terus melakukan penelusuran intensif untuk memastikan kondisi di lapangan. Belum ada keterangan resmi mengenai kronologi pasti penyebab kecelakaan maupun kondisi seluruh personel yang berada di dalam helikopter.
Masyarakat dan berbagai pihak berharap seluruh kru serta personel yang mengemban tugas kemanusiaan tersebut dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Sumber: Borneonews
Penyunting: Athalla
Foto: Hanya sebagai ilustrasi (Sumber: Unsplash/Pexels)
Berita Lainnya:
Panggung AMI Awards 2026 Jadi Ruang Suara Musisi, Ajang Penghargaan Diwarnai Pesan Kepedulian Sosial
Soroti Tampilan Dokumen di Persidangan, Roy Suryo Buka Suara soal Momen Tertawa di Hadapan Hakim
Istana Ambil Sikap Tegas: Presiden Prabowo Prihatin atas Dugaan Penyadapan dan Rombak Posisi KSP