Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
Nasional

Rupiah Kian Melemah, Apa Saja Faktor yang Menekan Nilai Tukar?

author Andeliyumna
Oct 27, 2026 |
4 Dilihat


SchoolmediaNews
- Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada penutupan perdagangan Senin, 26 Oktober 2026, rupiah berada di posisi Rp18.135 per dolar AS, turun 55 poin atau sekitar 0,30 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Melemahnya rupiah dipengaruhi oleh sejumlah faktor, baik dari kondisi ekonomi global maupun situasi perekonomian dalam negeri. Salah satu pemicunya adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang turut mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Kondisi geopolitik yang tidak menentu membuat pasar keuangan menghadapi ketidakpastian. Situasi tersebut dapat mendorong investor memilih aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS, sehingga menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang seperti rupiah.

Kenaikan harga minyak juga menjadi perhatian karena Indonesia masih membutuhkan impor energi. Ketika harga minyak meningkat, biaya impor berpotensi bertambah dan memberikan tekanan terhadap anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), terutama melalui subsidi serta kompensasi energi.

Selain faktor eksternal, kondisi fiskal Indonesia turut menjadi perhatian pelaku pasar. Perubahan nilai tukar dan kenaikan imbal hasil surat berharga negara dapat memengaruhi beban pembiayaan pemerintah. Apabila tekanan tersebut berlangsung bersamaan dengan kenaikan harga minyak, risiko terhadap kondisi anggaran negara dapat semakin besar.

Arus modal asing juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan rupiah. Ketika investor mengurangi kepemilikan aset di Indonesia dan memindahkan dananya ke pasar lain, permintaan terhadap mata uang asing dapat meningkat. Perubahan aliran modal tersebut kemudian berpotensi menambah tekanan pada nilai tukar rupiah.

Bank Indonesia terus memantau perkembangan pasar valuta asing dan menyatakan akan melanjutkan langkah stabilisasi melalui intervensi serta berbagai instrumen kebijakan moneter. Upaya ini dilakukan untuk menjaga pergerakan rupiah agar tetap terkendali di tengah ketidakpastian global.

Pelemahan rupiah perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan biaya impor bahan baku, energi, dan barang dari luar negeri. Dampaknya juga berpotensi dirasakan oleh dunia usaha dan masyarakat apabila kenaikan biaya tersebut diteruskan ke harga barang dan jasa.

Dengan demikian, pergerakan rupiah tidak hanya dipengaruhi oleh satu penyebab. Ketegangan geopolitik, kenaikan harga minyak, kondisi fiskal, serta pergerakan arus modal menjadi sejumlah faktor yang perlu dicermati dalam memahami tekanan terhadap mata uang Indonesia.

Sumber: CNN Indonesia
Penulis berita awal: CNN Indonesia
Editor:-
Penyunting : Melia Susilawati

Boyamin Saiman Sebut Dua Manfaat Usulan Perampasan Aset Pejabat yang Tidak Dilaporkan dalam LHKPN
Berita Selanjutnya
Boyamin Saiman Sebut Dua Manfaat Usulan Perampasan Aset Pejabat yang Tidak Dilaporkan dalam LHKPN
author Andeliyumna
Oct 27, 2026
Kapolri Pastikan Pengobatan Pengemudi Ojol Korban Kecelakaan BYD di Blok M Ditanggung
Berita Sebelumnya
Kapolri Pastikan Pengobatan Pengemudi Ojol Korban Kecelakaan BYD di Blok M Ditanggung
author Andeliyumna
Oct 27, 2026