Airlangga Pastikan Pertalite dan Biodiesel Aman hingga Akhir 2026 di Tengah Gejolak Global
Schoolmedia News – Pemerintah memastikan pasokan Pertalite dan biodiesel di Indonesia relatif aman hingga akhir 2026 meski kondisi geopolitik global masih berpotensi memengaruhi harga energi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak dunia, termasuk dampak konflik di berbagai kawasan dan ketegangan di sekitar Selat Hormuz.
Menurut Airlangga, Indonesia saat ini membeli minyak dengan harga rata-rata sekitar 91 dolar AS per barel. Kondisi tersebut dinilai masih relatif mendukung ketahanan pasokan energi nasional hingga akhir tahun.
Harga Minyak Dunia Jadi Perhatian
Pergerakan harga minyak menjadi salah satu faktor yang terus dipantau pemerintah. Ketegangan geopolitik, khususnya konflik Rusia-Ukraina dan situasi di Timur Tengah, dapat memengaruhi harga energi dunia.
Airlangga menilai kondisi harga minyak yang belum menembus 100 dolar AS per barel masih memberikan ruang bagi Indonesia untuk menjaga kebutuhan energi dalam negeri.
Pemerintah tetap mencermati perkembangan di kawasan Selat Hormuz yang memiliki posisi strategis dalam lalu lintas perdagangan energi dunia.
Pertalite dan Biodiesel Dipastikan Aman
Di tengah ketidakpastian tersebut, Airlangga memastikan pasokan Pertalite dan biodiesel masih relatif aman hingga penghujung 2026.
Kepastian ini menjadi penting karena ketersediaan bahan bakar berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat dan perekonomian nasional.
Pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasar energi dan perkembangan harga minyak untuk mengantisipasi potensi perubahan situasi global.
Pasokan Listrik Juga Relatif Aman
Selain bahan bakar, pemerintah menilai pasokan listrik nasional juga berada dalam kondisi relatif aman.
Salah satu faktornya adalah sebagian besar pembangkit listrik Indonesia masih memanfaatkan sumber energi domestik, terutama batu bara. Kondisi ini membuat sektor kelistrikan tidak terlalu terpapar langsung terhadap perubahan harga energi internasional.
Struktur energi domestik tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu Indonesia menjaga stabilitas pasokan listrik ketika harga energi global mengalami perubahan.
Pasokan Gasoline Tak Bergantung Selat Hormuz
Airlangga juga menjelaskan bahwa pasokan gasoline Indonesia berasal dari Singapura melalui jalur Selat Malaka. Dengan demikian, jalur tersebut tidak secara langsung bergantung pada lalu lintas energi melalui Selat Hormuz.
Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang membantu Indonesia mengurangi risiko gangguan pasokan akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Meski demikian, pemerintah tetap memantau perkembangan geopolitik karena perubahan harga minyak dunia dapat berdampak terhadap perekonomian nasional.
Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh
Di tengah berbagai tantangan global, perekonomian Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan. Airlangga menyebut ekonomi nasional tumbuh 5,45 persen pada semester pertama 2026.
Pemerintah berharap stabilitas energi dapat terus terjaga sehingga aktivitas ekonomi nasional tetap berjalan dengan baik.
Dengan harga minyak yang masih relatif terkendali dan pasokan energi yang dinilai aman, pemerintah optimistis kebutuhan Pertalite dan biodiesel dapat terpenuhi hingga akhir 2026.
Meski begitu, perkembangan harga minyak dan situasi geopolitik global tetap menjadi faktor yang perlu diantisipasi karena dapat berubah sewaktu-waktu.
_
Berita Lainnya: