New York Times Ungkap Kronologi Trump Kabur dari Turkiye Pakai Kontainer Katering
Schoolmedia News – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ternyata tidak meninggalkan Turkiye menggunakan pesawat Air Force One lama seperti yang diketahui publik. Menurut laporan The New York Times dan The Washington Post, Trump diam-diam dipindahkan ke pesawat militer lain melalui kontainer katering dalam operasi pengamanan rahasia akibat ancaman dari Iran.
Peristiwa tersebut terjadi ketika Trump menghadiri KTT NATO di Ankara pada Juli 2026. Saat itu, Trump secara terbuka menyampaikan bahwa dirinya akan meninggalkan Turkiye pada 8 Juli menggunakan pesawat Air Force One lama, bukan pesawat Boeing 747-8 yang baru digunakan dan diberikan Qatar kepada AS.
Namun, rencana yang diketahui publik tersebut ternyata merupakan bagian dari operasi pengalihan.
Trump Diam-diam Dipindahkan
Menurut laporan yang mengutip dua pejabat senior AS, Trump memang sempat terlihat menaiki Air Force One lama di Ankara. Namun, setelah berada di pesawat, ia diam-diam dipindahkan melalui sisi lain pesawat menggunakan kendaraan atau kontainer katering.
Trump kemudian dibawa menuju pesawat militer C-32A, sebuah pesawat yang lebih kecil dibandingkan Air Force One. Pesawat tersebut kemudian menerbangkan Trump menuju Inggris.
Operasi tersebut dilakukan tanpa diketahui sebagian jurnalis yang mengikuti perjalanan presiden. Bahkan, sejumlah staf Gedung Putih juga disebut mengira Trump benar-benar berada di dalam Air Force One lama.
Ancaman dari Iran Jadi Pemicu
Operasi penyamaran tersebut disebut dilakukan setelah pejabat AS menilai terdapat ancaman kredibel terhadap keselamatan Trump yang berkaitan dengan Iran.
Ancaman tersebut membuat tim keamanan mengambil langkah ekstra untuk menyembunyikan lokasi dan pergerakan presiden. Air Force One lama kemudian digunakan sebagai pesawat pengalih perhatian, sementara Trump sebenarnya sudah berada di pesawat C-32A.
Situasi keamanan saat itu memang sangat sensitif karena perjalanan Trump ke Turkiye berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan AS dan Iran.
Jurnalis Tak Menyadari Trump Sudah Berpindah Pesawat
Jurnalis yang tergabung dalam rombongan kepresidenan tetap berada di Air Force One lama dan tidak mengetahui bahwa Trump telah berpindah pesawat.
Mereka bahkan dilaporkan diminta menutup tirai jendela di kabin pers selama penerbangan. Pesawat lama tersebut kemudian tetap terbang menuju Inggris sebagai bagian dari skenario pengalihan.
Pesawat C-32A yang membawa Trump tiba di Inggris sekitar pukul 22.20 waktu setempat. Air Force One lama yang membawa rombongan media tiba beberapa menit kemudian.
Trump kemudian kembali muncul di depan wartawan dengan turun dari Air Force One lama. Setelah itu, ia berjalan menuju pesawat Boeing 747-8 yang diberikan Qatar untuk melanjutkan perjalanan ke Amerika Serikat.
Gedung Putih Beri Penjelasan
Gedung Putih tidak membantah bahwa terdapat operasi keamanan khusus. Direktur Komunikasi Gedung Putih Steve Cheung mengatakan pesawat baru yang diberikan Qatar telah dilengkapi sistem keamanan tingkat tinggi untuk melindungi presiden dan stafnya.
Langkah tersebut menunjukkan betapa seriusnya perhatian pemerintah AS terhadap keamanan presiden di tengah ancaman yang dinilai kredibel.
Laporan mengenai operasi rahasia ini juga mengingatkan bahwa dalam situasi keamanan tertentu, perjalanan presiden dapat menggunakan strategi pengalihan untuk menyamarkan lokasi sebenarnya.
Meski demikian, rincian operasi tersebut sebagian besar berasal dari keterangan pejabat AS yang tidak disebutkan namanya. Pentagon juga belum memberikan tanggapan langsung mengenai seluruh detail operasi tersebut.
_
Berita Lainnya: