China Kuasai Persaingan Robot Humanoid, Enam Perusahaan Masuk 10 Besar Dunia
Schoolmedia News - China semakin menunjukkan dominasinya dalam perkembangan teknologi robot humanoid. Sejumlah perusahaan asal Negeri Tirai Bambu menempati posisi teratas dalam daftar perusahaan rintisan robot humanoid paling inovatif di dunia.
Berdasarkan pemeringkatan terbaru yang dikutip dari laporan terkait industri robot humanoid, enam dari 10 perusahaan teratas berasal dari China. Lima posisi teratas bahkan ditempati perusahaan China, yakni Fourier, AgiBot, LimX Dynamics, Pudu Robotics, dan Unitree Robotics.
Dominasi tersebut menunjukkan semakin kuatnya ekosistem robotika China, baik dari sisi riset, pengembangan teknologi, manufaktur, maupun kemampuan produksi. China juga memiliki basis industri robot yang sangat besar sehingga mendukung percepatan pengembangan robot humanoid.
Selain lima perusahaan yang berada di posisi teratas, perusahaan China lainnya, Leju Robot, juga masuk daftar 10 besar dan menempati posisi kesembilan. Dengan demikian, enam perusahaan China berada dalam jajaran perusahaan robot humanoid paling inovatif dalam pemeringkatan tersebut.
Sementara itu, Amerika Serikat menempatkan tiga perusahaan dalam daftar 10 besar, yakni Figure AI, Apptronik, dan Agility Robotics. Ketiganya masing-masing berada di posisi keenam, kedelapan, dan kesepuluh. Jerman menjadi satu-satunya negara Eropa yang masuk daftar melalui Agile Robots di posisi ketujuh.
Perkembangan ini memperlihatkan ketatnya persaingan teknologi antara China dan negara-negara Barat. Robot humanoid kini menjadi salah satu bidang teknologi yang mendapat perhatian besar karena berpotensi digunakan dalam industri, manufaktur, logistik, hingga berbagai pekerjaan yang membutuhkan kemampuan bergerak dan berinteraksi di lingkungan manusia.
China juga memiliki keunggulan dari sisi skala industri. Sejumlah perusahaan seperti Unitree terus memperluas pengembangan dan produksi robot, sementara perusahaan lain berlomba menghadirkan robot yang semakin mampu melakukan berbagai tugas secara mandiri. Perkembangan tersebut membuat China semakin diperhitungkan dalam industri robotika global.
Meski demikian, perkembangan robot humanoid masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk kemampuan kecerdasan buatan, efisiensi energi, biaya produksi, keselamatan, serta kemampuan robot beradaptasi dengan lingkungan dunia nyata.
Persaingan robot humanoid diperkirakan akan semakin intensif dalam beberapa tahun mendatang. Kemajuan teknologi ini tidak hanya menentukan masa depan industri robotika, tetapi juga berpotensi mengubah cara manusia bekerja dan berinteraksi dengan mesin cerdas.
_
Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/08/05/09270077/china-ungguli-barat-pimpin-klasemen-robot-humanoid-paling-inovatif-di-dunia
Berita Lainnya:
Aturan Baru ATR/BPN, Masa Tunggu Pengukuran Tanah Dipangkas Jadi 7 Hari
Kemenag Gelar Gerakan Bersih-Bersih Masjid Serentak di Indonesia pada 10 Agustus
Tarif Transbandara Blok M-Soetta Resmi Rp15.000, Kalideres Masih Rp3.500