Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
Nasional

UMKM Go Digital, Pelaku Usaha Lokal Didorong Naik Kelas di Era Ekonomi Digital

author Andeliyumna
Jul 27, 2026 |
1 Dilihat
seremonia.id

Schoolmedia News Jakarta – Transformasi digital terus menjadi salah satu fokus pemerintah dalam memperkuat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui berbagai program pendampingan, pelatihan, dan pemanfaatan teknologi, pelaku UMKM didorong untuk memasarkan produk secara digital, memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan kualitas usaha agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.


Dalam arah kebijakan 2025–2029, Kementerian UMKM menempatkan digitalisasi sebagai salah satu strategi utama pengembangan UMKM. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pemasaran melalui platform digital, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sertifikasi produk, integrasi data UMKM, hingga perluasan akses terhadap pembiayaan dan kemitraan usaha.


Digitalisasi dinilai mampu membuka peluang baru bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen lebih luas. Kini, banyak UMKM memanfaatkan marketplace, media sosial, dan layanan pembayaran digital untuk memasarkan produk mereka. Perubahan ini membuat transaksi menjadi lebih praktis sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan melalui sistem pembayaran yang lebih aman dan terdokumentasi.


Selain pemasaran digital, pemerintah juga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan usaha, seperti pencatatan keuangan digital, pengelolaan stok barang, hingga analisis penjualan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengambil keputusan bisnis secara lebih tepat berdasarkan data.


Upaya transformasi digital juga didukung melalui berbagai program pelatihan kewirausahaan dan inkubasi bisnis. Pelaku UMKM dibekali keterampilan dalam membuat strategi pemasaran digital, menghasilkan konten promosi yang menarik, membangun identitas merek, serta meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. Dengan demikian, UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang di tengah persaingan yang semakin kompetitif.


Pemerintah turut mendorong penggunaan sistem pembayaran non-tunai seperti QRIS, yang semakin banyak diterapkan oleh pelaku UMKM di berbagai daerah. Kehadiran pembayaran digital mempermudah transaksi, mempercepat proses pembayaran, serta membantu pelaku usaha memiliki catatan transaksi yang dapat mendukung akses terhadap pembiayaan di masa mendatang.


Sejumlah pelaku UMKM mengaku bahwa pemanfaatan teknologi digital memberikan dampak positif terhadap perkembangan usaha mereka. Dengan memasarkan produk secara daring, mereka dapat menjangkau pelanggan dari berbagai kota tanpa harus membuka cabang fisik. Bahkan, beberapa produk lokal kini berhasil menembus pasar ekspor berkat promosi melalui platform digital.


Meski demikian, tantangan masih dihadapi, terutama terkait literasi digital, kemampuan mengelola bisnis berbasis teknologi, serta akses internet di beberapa wilayah. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan komunitas menjadi penting agar transformasi digital dapat dirasakan oleh lebih banyak pelaku UMKM.


Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap UMKM Indonesia semakin tangguh, inovatif, dan mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Digitalisasi tidak lagi dipandang sebagai pilihan, melainkan kebutuhan agar usaha lokal dapat terus berkembang dan bersaing di era ekonomi digital. 

Tim Schoolmedia

Program Makan Bergizi Gratis Masuk Tahap Evaluasi, Pemerintah Perkuat Pengawasan dan Standar Keamanan Pangan
Berita Selanjutnya
Program Makan Bergizi Gratis Masuk Tahap Evaluasi, Pemerintah Perkuat Pengawasan dan Standar Keamanan Pangan
author Andeliyumna
Jul 27, 2026
Pemerintah Mulai Susun RAPBN 2027, Anggaran Pendidikan Diperkirakan Tetap Menjadi Prioritas
Berita Sebelumnya
Pemerintah Mulai Susun RAPBN 2027, Anggaran Pendidikan Diperkirakan Tetap Menjadi Prioritas
author Andeliyumna
Jul 27, 2026