Pemerintah Mulai Susun RAPBN 2027, Anggaran Pendidikan Diperkirakan Tetap Menjadi Prioritas

Schoolmedia News Jakarta – Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mulai menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 sebagai dasar pelaksanaan program pembangunan tahun depan. Dalam pembahasan awal, sektor pendidikan kembali menjadi salah satu prioritas utama dengan komitmen mempertahankan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945.
Pembahasan RAPBN 2027 mencakup berbagai aspek, mulai dari asumsi dasar ekonomi makro, arah kebijakan fiskal, hingga program prioritas nasional. Pemerintah dan Badan Anggaran DPR juga menyepakati bahwa pembangunan sumber daya manusia tetap menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Di bidang pendidikan, pemerintah menargetkan agar anggaran tersebut digunakan untuk memperkuat berbagai program strategis, seperti Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, beasiswa afirmasi, serta peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan. Selain itu, pemerintah juga menaruh perhatian pada pemerataan akses pendidikan di berbagai daerah, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Tidak hanya berfokus pada bantuan pendidikan, RAPBN 2027 juga diarahkan untuk mendukung transformasi pendidikan melalui digitalisasi pembelajaran, revitalisasi sekolah dan madrasah, peningkatan kesejahteraan guru, serta penguatan riset dan inovasi. Dalam dokumen kerangka ekonomi makro, pemerintah menargetkan revitalisasi ratusan ribu sekolah hingga 2029 dengan mengedepankan aspek keamanan, ramah lingkungan, dan inklusivitas.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan guna memastikan program-program pendidikan tinggi tetap memperoleh dukungan anggaran pada tahun 2027. Pembahasan tersebut mencakup penguatan riset nasional dan pengembangan berbagai program prioritas pendidikan.
Selain sektor pendidikan, RAPBN 2027 juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur dasar, pengembangan industri nasional, serta penciptaan lapangan kerja. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 5,8–6,5 persen dengan tetap menjaga stabilitas fiskal di tengah dinamika ekonomi global.
Pengamat menilai bahwa keberlanjutan investasi di bidang pendidikan akan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan dukungan anggaran yang memadai, sekolah, perguruan tinggi, serta berbagai program peningkatan kompetensi diharapkan mampu mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Penyusunan RAPBN 2027 masih akan berlanjut hingga penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan APBN kepada DPR sesuai agenda konstitusional. Hasil pembahasan nantinya akan menjadi dasar pelaksanaan berbagai program pemerintah pada tahun anggaran 2027, termasuk program-program yang berkaitan langsung dengan peningkatan mutu pendidikan nasional.
Tim Schoomedia
Berita Lainnya:
Program Makan Bergizi Gratis Masuk Tahap Evaluasi, Pemerintah Perkuat Pengawasan dan Standar Keamanan Pangan
Persiapan World Robot Olympiad 2026, Pelajar Indonesia Bidik Prestasi Internasional
O2SN 2026 Masih Berlangsung, Pelajar Terbaik Indonesia Bersiap Menuju Babak Nasional