Hari Pertama Sekolah, Gerakan Ayah Mengantar Anak Jadi Simbol Penguatan Peran Keluarga

Schoolmedia Jakarta – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, berbagai pemerintah daerah di Indonesia mengajak para ayah untuk mengantar anak ke sekolah pada hari pertama masuk sekolah. Inisiatif yang dikenal sebagai Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) ini bertujuan memperkuat keterlibatan ayah dalam pengasuhan sekaligus memberikan dukungan emosional kepada anak saat memulai kegiatan belajar.
Gerakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN mengenai penguatan peran ayah dalam keluarga. Sejumlah pemerintah daerah, seperti Provinsi Jawa Tengah, Kota Tangerang, dan beberapa daerah lainnya, turut menerbitkan surat edaran sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.
Di Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi mengimbau para aparatur sipil negara (ASN) laki-laki yang memiliki anak usia sekolah untuk meluangkan waktu mengantar anak pada hari pertama sekolah. Menurut pemerintah daerah, kehadiran ayah bukan sekadar mengantar, tetapi menjadi bentuk perhatian yang dapat mempererat ikatan emosional antara orang tua dan anak.
Kebijakan serupa juga diterapkan di Kota Tangerang. Pemerintah Kota Tangerang memberikan dukungan melalui surat edaran yang mengajak para ayah berpartisipasi dalam gerakan tersebut. Wali Kota Tangerang menilai momen hari pertama sekolah merupakan kesempatan penting bagi orang tua, khususnya ayah, untuk membangun rasa percaya diri dan semangat belajar anak sejak awal tahun ajaran.
Selain itu, sejumlah instansi juga memberikan fleksibilitas waktu bagi ASN laki-laki agar dapat mengantar anak sebelum memulai aktivitas kerja. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi ayah dalam pengasuhan tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Psikolog pendidikan menilai keterlibatan ayah dalam aktivitas sekolah memiliki dampak positif terhadap perkembangan anak. Kehadiran ayah dapat meningkatkan rasa aman, membangun kepercayaan diri, serta memperkuat motivasi belajar. Momen sederhana seperti mengantar anak ke sekolah juga menjadi sarana membangun komunikasi yang lebih hangat di dalam keluarga.
Gerakan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Di berbagai sekolah, banyak ayah terlihat mendampingi putra-putrinya memasuki gerbang sekolah, mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), hingga mengabadikan momen tersebut bersama keluarga. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu.
Pemerintah berharap Gerakan Ayah Mengantar Anak tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial pada hari pertama sekolah. Nilai utama yang ingin dibangun adalah budaya keterlibatan ayah secara berkelanjutan dalam proses tumbuh kembang anak, baik melalui pendampingan belajar, komunikasi yang intensif, maupun partisipasi dalam berbagai kegiatan pendidikan di sekolah.
Tim Schoolmedia
Berita Lainnya:
Pendaratan Darurat Saudia Airlines di Kualanamu, Seluruh Penumpang Dipastikan Selamat
Bukan Kelambanan Birokrasi, Riset Doktor FIA UI Ungkap Penundaan Pengadaan Barang Adalah Langkah Strategis
Rupiah Masih Menghadapi Tekanan Dolar AS, Bank Indonesia Terus Jaga Stabilitas Nilai Tukar