95 Sekolah Model di 74 Kabupaten/Kota Disiapkan Jadi Rujukan Pembelajaran Digital Berbasis Bermain dan Berkemampuan Berpikir Komputasional

Schoolmedia News Jakarta = Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai memperkuat fondasi transformasi pendidikan nasional sejak fase anak usia dini. Sebanyak 95 satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari 33 provinsi dan 74 kabupaten/kota kini disiapkan menjadi sekolah model. Lembaga-lembaga ini dirancang sebagai laboratorium inovasi sekaligus rujukan nasional dalam penerapan pembelajaran mendalam serta pengenalan teknologi yang bijak.
Langkah strategis tersebut diawali melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Pengembangan Berpikir Komputasional dan Kecerdasan Artifisial (PBK-KA) PAUD Tahun 2026 di Tangerang. Program ini menjadi salah satu program prioritas (quick win) pemerintah untuk menghadirkan cetak biru (proof of concept) sistem pembelajaran yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Fondasi Berpikir, Bukan Sekadar Gawai
Widya Prada Ahli Utama Kemendikdasmen, Harris Iskandar, saat membuka acara tersebut menegaskan bahwa transformasi pendidikan harus dimulai sejak usia dini. Fase ini merupakan masa krusial bagi pembentukan kompetensi dasar dan karakter anak. Di tengah derasnya arus digitalisasi, tantangan masa depan menuntut kesiapan talenta digital sejak dini, tetapi dengan pendekatan yang tetap ramah anak.
Meski menyasar kecerdasan artifisial (AI) dan berpikir komputasional, Harris menggarisbawahi bahwa kurikulum ini tidak bermaksud memaksa anak-anak menghabiskan waktu di depan layar gawai (screen time) secara berlebihan.
"Penerapan PBK-KA di PAUD bukan untuk mengajarkan teknologi secara demonstratif, melainkan menumbuhkan kemampuan berpikir logis, sistematis, dan kreatif sejak dini. Ini dilakukan lewat aktivitas bermain yang kontekstual, termasuk metode tanpa gawai (unplugged)," kata Harris.
Melalui metode ini, anak-anak diajak memecahkan masalah sederhana melalui permainan fisik, teka-teki, dan kolaborasi kelompok. Pola tersebut dinilai lebih efektif membangun struktur kognitif anak sebelum mereka bersentuhan langsung dengan teknologi digital yang lebih kompleks. Di sisi lain, para pendidik juga dituntut untuk memanfaatkan teknologi secara bijaksana guna mendukung ekosistem kelas yang interaktif.
Ujung Tombak dan Simpul Pengimbasan
Pemerintah menempatkan kepala satuan PAUD Model sebagai aktor intelektual sekaligus penggerak utama di lapangan. Mereka tidak hanya bertugas menyerap kebijakan dari pusat, tetapi wajib mentransformasikannya menjadi praktik baik yang dapat direplikasi oleh sekolah-sekolah di sekitarnya.
Ada empat peran utama yang diampu oleh 95 PAUD Model ini, yakni sebagai laboratorium implementasi, prototipe praktik baik, pusat rujukan pembelajaran, serta simpul pengimbasan bagi satuan PAUD lain di daerah masing-masing.
Melalui bimbingan teknis yang intensif, para kepala sekolah dibekali dengan penguatan kapasitas kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership), manajemen komunitas belajar, hingga strategi membangun kemitraan dengan orang tua serta pemerintah daerah. Sinergi ini dinilai krusial karena pendidikan anak usia dini tidak akan optimal tanpa adanya kesinambungan stimulus antara di sekolah dan di rumah.
Peta Jalan Menuju 2045
Sebagai langkah konkret pasca-pelatihan, para peserta melakukan refleksi mandiri untuk memetakan tingkat kematangan satuan pendidikan masing-masing. Hasil pemetaan ini mendasari penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang menjadi kompas implementasi dan pendampingan sepanjang tahun 2026.
Harris mengingatkan bahwa agenda ini tidak boleh terjebak dalam formalitas birokrasi belaka. "Bimtek ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun budaya belajar bersama antar-PAUD Model di seluruh Indonesia," ujarnya.
Pemerintah berharap, melalui ekosistem PAUD yang adaptif dan kolaboratif ini, kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Indonesia dapat merata. Transformasi yang berorientasi pada pengembangan potensi utuh anak ini diharapkan menjadi modal utama dalam mencetak generasi unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.
Tim Schoolmedia
Berita Lainnya:
Angka Kerugian Scam di Indonesia Capai Rp7,5 Triliun, Pelindungan Konsumen Digital Harus Diperkuat
Koalisi Masyarakat untuk Reformasi Kepolisian Menilai 80 Tahun Polri, Gagal Reformasi
Pendidikan Bilingual Membuka Kesempatan Belajar yang Setara bagi Murid Tuli