Sediakan Layanan Bermutu, Inklusif dan Adaptif, 37 PAUD Baru Digembleng Pendekatan "Deep Learning"

Schoolmedia News Jakarta = Sebagai langkah nyata untuk mengoperasikan 37 Unit Sekolah Baru (USB) PAUD yang selesai dibangun pada tahun 2025, Kemendikdasmen menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) intensif bagi para pengelola dan pendidik di Jakarta. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh sekolah baru tersebut siap menyelenggarakan pembelajaran berkualitas pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Direktur PAUD, Kurniawan, menjelaskan bahwa bimbingan teknis yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh 74 peserta yang mewakili 37 satuan PAUD baru dari berbagai daerah. Setiap satuan pendidikan mengirimkan dua orang perwakilan untuk menguasai materi-materi krusial dalam pengelolaan PAUD modern.
"Bimtek ini sangat penting sebagai bekal persiapan penyelenggaraan pembelajaran di tahun ajaran baru. Kami berharap para peserta dapat menyerap seluruh materi dan mendiseminasikannya kepada guru-guru lain di satuan masing-masing, sehingga layanan pendidikan yang bermutu luar biasa bisa langsung dirasakan anak-anak," ujar Kurniawan saat memberikan laporan kegiatan.
Direktur PAUD Kemendikdasmen, Kurniawan, S.T., MBA., menegaskan pembangunan 37 USB PAUD pada tahun 2025 merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperluas akses dan pemerataan layanan. Namun, tantangan terbesar berikutnya adalah memastikan kesiapan sumber daya manusia (SDM) di lapangan. Lembaga yang baru beroperasi ini dinilai sangat memerlukan pendampingan pedagogis agar tidak terjebak pada metode pembelajaran konvensional yang kaku.
"Kita mengadakan bimbingan teknis ini sebagai bekal persiapan penyelenggaraan pembelajaran di tahun ajaran baru. Kami berharap seluruh peserta menyimak materi dari para narasumber berkompeten. Pulang dari sini, materi ini harus didiseminasikan kepada rekan guru yang lain agar penguasaan kurikulum merata," ujar Kurniawan, S.T., MBA.
Mandat UUD Hadirkan Pendidikan Berkualitas dan Merata
Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan Kompleks Kemendikdasmen, Dr. Muhammad Muchlas Rowi, S.F., S.H., M.M., dalam pengarahan saat membuka acara secara resmi, menyatakan bahwa visi kementerian didasarkan pada mandat pembukaan UUD 1945 dan Pasal 31 untuk menghadirkan pendidikan berkualitas yang merata.
Guna mencapai target tersebut, pemerintah mendorong dua program prioritas presiden, yakni kapitalisasi sarana prasarana serta digitalisasi sekolah. Dari 89 unit sekolah baru yang dibangun pemerintah secara nasional, sebanyak 50 unit di antaranya dialokasikan khusus untuk jenjang PAUD.
"Gedung baru yang disiapkan ini harus diisi oleh layanan pendidikan yang luar biasa. Bangunan itu benda mati, tidak memiliki apa-apa jika tidak digunakan dengan baik. USB hadir bukan sekadar bambu atau beton, tetapi ruang tunggu mimpi anak negeri," ujar Dr. Muhammad Muchlas Rowi, S.F., S.H., M.M., yang sempat berseloroh menggunakan pantun buatan kecerdasan artifisial (AI).
"Di era digital ini, guru harus naik kelas. Kita mendorong prinsip AI for learning, yakni menggunakan teknologi kecerdasan artifisial untuk menciptakan model pembelajaran yang bermakna, adaptif, dan kontekstual sesuai diferensiasi serta keunikan anak didik," tambahnya.
Deep Learning dan Guru Ketiga
Fokus utama bimtek kali ini berpusat pada pengenalan metode pembelajaran mendalam (deep learning). Pendekatan ini mengarahkan anak usia dini pada masa emasnya (golden age) untuk memahami konsep secara utuh, mengaitkan pengetahuan dengan pengalaman nyata, serta aktif bereksplorasi. Lewat metode ini, anak didorong untuk berpikir komputasional, sistematis, dan kreatif sejak dini.
Selama empat hari, para pendidik digembleng dengan delapan materi inti yang saling terintegrasi:
Kebijakan USB dan Standar Layanan: Mengupas tata kelola bantuan penataan sarana demi memenuhi standar PAUD berkualitas.
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Membangun kerangka kerja yang berpusat pada anak serta pemanfaatan perangkat digital.
Bermain sebagai Pembelajaran: Menggeser paradigma lama penggunaan lembar kerja (worksheet) ke arah belajar berbasis bermain.
Lingkungan Belajar sebagai Guru Ketiga: Melatih kreativitas guru dalam menata ruang kelas dan area luar ruangan agar menjadi media stimulasi mandiri yang aman dan nyaman bagi anak.
Optimasi Alat Permainan Edukatif (APE): Memanfaatkan bahan alam, barang daur ulang, dan komponen lepasan (loose parts) sebagai media belajar.
Perencanaan dan Penilaian Otentik: Workshop penyusunan modul ajar/RPPH yang kontekstual dibarengi teknik observasi portofolio anak yang berkelanjutan.
Seluruh materi tersebut diuji langsung melalui sesi microteaching dibimbing para praktisi, widyaprada ahli utama, serta akademisi. Di akhir kegiatan, seluruh peserta diwajibkan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk komitmen tertulis untuk langsung mengimplementasikan hasil bimtek sekembalinya mereka ke satuan PAUD masing-masing.
Melalui pendanaan yang dibebankan pada DIPA Direktorat PAUD Tahun Anggaran 2026, pemerintah berharap bantuan fisik yang telah dikucurkan dapat memberikan dampak nyata yang berkelanjutan. Transformasi tata kelola dan pedagogis ini diharapkan mampu memutus ketimpangan kualitas layanan pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah pelosok di Indonesia.
Tim Schoolmedia
Berita Lainnya:
PP Tata Kelola Ekspor SDA Terbit, Presiden Tegaskan Kekayaan Alam Harus untuk Kemakmuran Rakyat
118 Tahun Hari Kebangkitan Nasional, PP TUNAS Jadi Fondasi Pelindungan Anak Menuju Generasi Emas 2045
160 Kepala Sekolah Dari 10 Provinsi di Indonesia Timur Ikuti Finalisasi Dokumen Revitalisasi Angkatan ke-17