Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
Nasional

118 Tahun Hari Kebangkitan Nasional, PP TUNAS Jadi Fondasi Pelindungan Anak Menuju Generasi Emas 2045

author Eko Schoolmedia
May 21, 2026 |


Schoolmedia News Jakarta - Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan Generasi Emas Indonesia 2045 dengan melindungi anak-anak sejak usia dini di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kebijakan strategis ini ditempuh melalui implementasi penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) sebagai fase fondasi krusial, yang sejalan dengan tema Hari Kebangkitan Nasional 2026, "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara".

Penegasan tersebut disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid dalam pidato resmi memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Jakarta, Rabu (20/5/2026). Momentum sejarah berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908 dinilai harus terus direfleksikan secara dinamis guna menghadapi tantangan zaman yang telah berubah secara mutatis mutandis.

Menurut Meutya, jika seabad lalu kaum terpelajar pribumi mengonsolidasikan kekuatan pemikiran untuk melampaui sekat kedaerahan melawan penjajahan fisik, maka tantangan kontemporer saat ini berpusat pada penguasaan teknologi digital serta penguatan kualitas manusia sejak usia dini. Kebangkitan nasional pada era modern berarti keberanian kolektif untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan serta ketertinggalan teknologi.

Jaga Tunas Bangsa 

"Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa kita telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital. Tema Harkitnas tahun ini, 'Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara', menjadi penegas bahwa kemandirian hakiki bermula dari pelindungan terhadap generasi penerus sejak fase fondasi di bangku sekolah," ujar Meutya.

Dalam pidatonya, Menkomdigi menggarisbawahi langkah masif pemerintah dalam mengimplementasikan PP TUNAS yang telah berlaku penuh sejak awal tahun ini. Regulasi tersebut merupakan bentuk kehadiran nyata negara dalam memitigasi risiko siber bagi anak-anak demi mengamankan peta jalan jangka panjang pembangunan manusia menuju tahun 2045.

Sebagai tindakan konkret dari regulasi tersebut, per 28 Maret 2026, pemerintah secara resmi telah memberlakukan pembatasan dan penundaan akses bagi anak di bawah usia 16 tahun terhadap media sosial serta platform digital berisiko tinggi lainnya. 

Kebijakan protektif ini diambil guna memastikan bahwa tunas bangsa tumbuh di dalam lingkungan digital yang sehat, beretika, dan sesuai dengan tahap perkembangan psikologis mereka.

Kendati demikian, pemerintah menyatakan bahwa kedaulatan digital tidak dapat berdiri sendiri tanpa topangan sektor fundamental lainnya. 

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, visi kemandirian nasional diterjemahkan ke dalam sejumlah Program Strategis Nasional (PSN) yang terintegrasi untuk membangun ekosistem kesejahteraan rakyat yang utuh.

Pemerintah melaporkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis saat ini telah berjalan secara masif di berbagai sekolah di seluruh pelosok Indonesia. Kebijakan ini ditempuh untuk meletakkan fondasi fisik dan kognitif yang kuat bagi generasi masa depan bangsa. Langkah pemenuhan nutrisi tersebut kemudian diperkuat oleh kebijakan pemerataan akses pendidikan di wilayah afirmasi.

Komitmen Bangun Daerah 3T 

Di sektor pendidikan, pemerintah gencar melaksanakan Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran, membangun Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Infrastruktur fisik ini dibarengi dengan intervensi terhadap peningkatan mutu guru dan satuan pendidikan secara berkala serta penyediaan beasiswa berkelanjutan untuk memutus rantai ketimpangan kualitas sumber daya manusia antarwilayah.

Sementara itu, di sektor kesehatan publik, pemerintah meluncurkan layanan Cek Kesehatan Gratis secara berkala dan menyeluruh. Program ini dirancang untuk menjamin perlindungan medis yang adil, tanpa memandang status sosial ekonomi masyarakat. Integrasi antara kedaulatan pangan, kesehatan, dan pendidikan dipandang sebagai pilar utama penyokong stabilitas nasional.

Pada tingkat ekonomi mikro, penguatan struktur kemandirian masyarakat dilakukan melalui revitalisasi Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih. Lembaga ekonomi berbasis kerakyatan ini diarahkan menjadi motor penggerak baru di pedesaan. Koperasi difungsikan untuk memotong jalur distribusi logistik, sehingga masyarakat desa mendapatkan akses langsung terhadap pupuk, permodalan, sembako, obat-obatan, hingga kepastian distribusi hasil panen dengan harga yang adil.

Menkomdigi mengingatkan bahwa keberhasilan seluruh program strategis ini membutuhkan panduan arah yang konsisten. Pemerintah menempatkan Asta Cita—delapan misi besar pembangunan nasional—sebagai kompas utama dalam mengeksekusi kebijakan agar perubahan nyata dapat langsung dirasakan oleh lapisan masyarakat terbawah.


Peringatan Harkitnas ke-118 ini diharapkan menjadi momentum artikulatif bagi seluruh elemen bangsa, mulai dari kalangan akademisi, praktisi sektoral, hingga generasi muda, untuk menghidupkan kembali roh perjuangan intelektual tahun 1908. 


Solidaritas sosial dan peningkatan literasi digital masyarakat sipil menjadi kunci utama agar setiap derap pembangunan nasional senantiasa inklusif dan berorientasi pada kemajuan bersama di kancah global.

Penulis : Eko B Harsono 

Sumber Pidato Hari Kebangkitan Nasional 2026 Komdigi 



PP Tata Kelola Ekspor SDA Terbit, Presiden Tegaskan Kekayaan Alam Harus untuk Kemakmuran Rakyat
Berita Selanjutnya
PP Tata Kelola Ekspor SDA Terbit, Presiden Tegaskan Kekayaan Alam Harus untuk Kemakmuran Rakyat
author Eko Schoolmedia
May 21, 2026
160 Kepala Sekolah Dari 10 Provinsi di Indonesia Timur Ikuti Finalisasi Dokumen Revitalisasi Angkatan ke-17
Berita Sebelumnya
160 Kepala Sekolah Dari 10 Provinsi di Indonesia Timur Ikuti Finalisasi Dokumen Revitalisasi Angkatan ke-17
author Eko Schoolmedia
May 21, 2026