
Schoolmedia News Jakarta = Seorang warga ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di antara reruntuhan Gedung Koni, lapangan olah raga Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara, setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 terjadi pada Jumat (3/4) pukul 05.48 WIB. Korban segera dievakuasi oleh tim gabungan bersama masyarakat sekitar.
Berdasarkan laporan perkembangan kaji cepat di lapangan hingga pukul 08.00 WIB, kerusakan infrastruktur juga teridentifikasi yang meliputi satu unit tempat ibadah di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, serta dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan.
Dikatakan Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Rahmat Triyono, S.T., Dipl.Seis., M.Sc guncangan gempa bumi yang dirasakan sangat kuat di wilayah Kota Bitung dan Kota Ternate dengan durasi sekitar 10 hingga 20 detik, telah menimbulkan kepanikan masyarakat sehingga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas terkait berbagai daerah saat ini terus melakukan monitoring, asesmen, serta koordinasi penanganan darurat.
Tsunami di Bawah 1 Meter
Fenomena gempa bumi ini juga telah memicu terjadinya tsunami dengan level ketinggian bervariasi di beberapa wilayah. Adapun level ketinggian tsunami di Halmahera Barat tercatat mencapai 0,3 meter, Bitung 0,2 meter, Sidangoli 0,35 meter, Minahasa Utara 0,75 meter, dan Belang 0,68 meter.
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa waktu tiba gelombang dapat berbeda dan gelombang pertama tidak selalu menjadi yang terbesar, sehingga masyarakat di wilayah pesisir diminta tetap waspada dan menjauhi area berisiko.
Hasil monitoring lanjutan BMKG, tercatat 11 aktivitas gempa susulan (aftershock) hingga pukul 06.50 WIB, dengan magnitudo terbesar mencapai 5.5. Dua gempa susulan signifikan terjadi pada pukul 06.07 WIB (M 5.5) dan pukul 06.12 WIB (M 5.2), yang tidak berpotensi tsunami.
BNPB mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara, untuk tetap tenang namun waspada, segera menjauhi pantai dan muara sungai, serta melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi apabila merasakan gempa kuat atau menerima peringatan resmi. Masyarakat diminta membantu kelompok rentan, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah.
Pendataan masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah dan instansi terkait dan informasi mengenai dampak gempa bumi ini akan diperbarui secara berkala.
Hari Kamis 02 April 2026 pukul 05.48.14 WIB wilayah Pantai Barat Daya Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M7,6. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,25° LU ; 126,27° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 Km arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 33 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi . Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Gempabumi ini dirasakan di Kota di Ternate dengan intensitas V-VI MMI (Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan), Ibu dengan intensitas V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Manado dengan intensitas IV-V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Gorontalo Bone Bolango, Gorontalo Utara dengan intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu), Kab. Boalemo dan Pohuwato dengan intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini BERPOTENSI TSUNAMI dengan status SIAGA di Kota Ternate, Halmahera, Kota Tidore, Kota Bitung, Minahasa Bagian Selatan, Minahasa Selatan Bagian Selatan, Minahasa Utara Bagian Selatan dan status WASPADA di Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara Bagian Utara, Bolaangmongondow Bagian Selatan.
Berdasarkan hasil pemantauan tinggi muka air laut Tide Gauge tsunami telah terdeteksi di Halmahera Barat pada pukul 06:08 WIB dengan keitnggian 0.30 m, BItung pada pukul 06:15 WIB dengan ketinggian 0.20 m, Sidangoli pada pukul 06:16 WIB dengan ketinggian 0.35 m, Minahasa Utara pada pukul 06:18 WIB dengan ketinggian 0.75 m, Belang pada pukul 06:36 WIB dengan ketinggian 0.68 m.
Hingga pukul 06.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 11 aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M5.5.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.
Tim Schoolmedia
Tinggalkan Komentar