
Schoolmedia News BELITANG â Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Muâti, melakukan kunjungan kerja strategis ke SMP Negeri 1 Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, pada Kamis (22/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen secara resmi menekankan penguatan Tiga Pilar Karakter Anak Indonesia sebagai fondasi utama menuju visi Indonesia Emas 2045.
Tiga pilar karakter yang diperkenalkan oleh Abdul Muâti tersebut meliputi aspek Knowledgeable (berpengetahuan luas), Capable (terampil dan serba bisa), serta Humble (rendah hati dan berakhlak mulia). Menurutnya, integrasi ketiga aspek ini merupakan kunci bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks di masa depan.
Kunjungan kerja ini diawali dengan aksi energik ribuan siswa dan guru yang memadati lapangan sekolah sejak pukul 07.00 WIB. Mengenakan seragam olahraga, Mendikdasmen tampak luwes membaur di barisan depan untuk mengikuti gerakan ritmis Senam Anak Indonesia Hebat. Kehadiran menteri di tengah lapangan ini menandai implementasi kebijakan "Pagi Ceria".
Kebijakan "Pagi Ceria" merupakan mandat dari Surat Edaran Bersama (SEB) tiga menteri, yakni Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Menteri Agama. Program ini mewajibkan seluruh satuan pendidikan untuk melaksanakan tiga aktivitas utama sebelum memulai jam pelajaran: doa bersama sesuai agama masing-masing, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan melakukan senam pagi secara rutin.
"Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan di dalam kelas. Pendidikan adalah proses pembiasaan. Melalui Pagi Ceria, kita membangun kedisiplinan, kesehatan fisik, dan rasa cinta tanah air sejak menit pertama siswa menginjakkan kaki di sekolah," tegas Abdul Muâti dalam pidatonya.
Tiga Pilar Karakter Anak Indonesia
Dalam orasi ilmiahnya di hadapan ribuan insan pendidikan OKU Timur, Abdul Muâti memberikan penekanan khusus pada pilar ketiga, yaitu Humble atau kerendahan hati. Beliau berargumen bahwa saat ini dunia tidak kekurangan orang pintar, namun seringkali krisis akan figur yang memiliki adab dan akhlakul karimah.
"Anak-anakku, kalian boleh menjadi jenius, kalian boleh menjadi ahli teknologi yang paling hebat atau pengusaha sukses yang menguasai pasar global. Namun, perlu diingat, kepintaran tanpa kerendahan hati adalah kesuksesan yang rapuh. Akhlak yang baik adalah pengikat dari semua kompetensi yang kalian miliki," ujar menteri dengan nada yang menggetarkan semangat.
Visi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan pendidikan nasional kembali ke khitahnya sebagai pembentuk karakter bangsa. Mendikdasmen menjelaskan bahwa kebiasaan sederhana seperti bangun pagi dan hidup rukun bersama teman adalah implementasi nyata dari pendidikan karakter yang seringkali terlupakan.
Bupati Apresiasi Revitalisasi Senilai Rp 23,8 M
Kunjungan ini juga membawa kabar baik bagi infrastruktur pendidikan di Bumi Sebiduk Sehaluan. Bupati OKU Timur, Ir. H. Lanosin, MT, MM, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan konkret pemerintah pusat. Tercatat, Kabupaten OKU Timur telah menerima dana revitalisasi pendidikan senilai Rp23,8 miliar untuk perbaikan 29 sekolah.
Selain perbaikan fisik, digitalisasi pendidikan di daerah ini juga dipercepat melalui bantuan perangkat teknologi berupa Interactive Flat Panel (papan tulis digital) serta Laptop Merah Putih untuk menunjang pembelajaran berbasis IT. "Kami berkomitmen untuk memanusiakan manusia melalui pendidikan. Dukungan sarana prasarana dari Pak Menteri akan kami optimalkan untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas otak, tapi juga mulia wataknya," tutur Lanosin.
Suasana formal berubah menjadi penuh kehangatan saat Abdul Muâti turun dari podium untuk berinteraksi langsung dengan para siswa. Beliau mengajak mereka bernyanyi bersama lagu "Hidup Rukun Bersama Teman" dan mengadakan kuis dadakan. Bagi warga sekolah, momen ini bukan sekadar kunjungan pejabat, melainkan pertemuan hati yang akan terus dikenang.
Kenangan Sepanjang Masa Warga Sekolah
Siti Rahma, salah satu guru senior di SMPN 1 Belitang, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. Baginya, kehadiran menteri yang begitu merakyat memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi para pendidik di daerah.
"Seumur hidup saya mengajar, baru kali ini saya melihat seorang Menteri Pendidikan yang begitu luwes senam bersama kami, menyapa kami tanpa sekat. Ini akan menjadi kenangan sepanjang masa bagi kami di Belitang. Pak Menteri telah memberikan contoh nyata tentang pilar Humble yang beliau sampaikan. Beliau mengajarkan kami untuk mendidik dengan hati," ungkap Siti dengan mata berkaca-kaca.
Hal senada diungkapkan oleh Dimas, siswa kelas 8 yang beruntung bisa berdialog langsung dengan menteri. Ia mengaku sangat bangga dan termotivasi untuk belajar lebih giat lagi.
"Tadi saya ditanya tentang cita-cita dan diajak bernyanyi. Rasanya seperti mimpi bisa bertemu langsung dengan Pak Menteri. Kunjungan ini tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup. Saya berjanji akan mengingat pesan beliau untuk selalu rendah hati dan rajin bangun pagi demi masa depan saya," kata Dimas dengan wajah berseri penuh optimisme.
Kunjungan kerja ini diakhiri dengan peninjauan fasilitas kelas yang telah direvitalisasi. Kehadiran Mendikdasmen di OKU Timur menjadi simbol bahwa pemerintah pusat menaruh perhatian besar pada pendidikan di daerah sebagai pilar utama pembangunan nasional.
Melalui integrasi kebijakan karakter "Pagi Ceria", penguatan tiga pilar (Knowledgeable, Capable, Humble), serta dukungan infrastruktur teknologi, diharapkan sekolah-sekolah di pelosok negeri mampu bertransformasi menjadi inkubator generasi unggul. Apa yang dimulai di lapangan SMPN 1 Belitang pagi itu diharapkan menjadi percikan semangat yang menjalar ke seluruh nusantara, memastikan bahwa fajar Indonesia Emas 2045 akan dijemput oleh generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki martabat dan karakter yang kokoh.
Tim Schoolmedia
Tinggalkan Komentar