Cari

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 96 Sekolah se-Tangerang Raya, 323 Satuan Pendidikan se Provinsi Banten Mendapat Revitalisasi Senilai Rp. 380 Miliar


Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 96 Sekolah se-Tangerang Raya, 323 Satuan Pendidikan se Provinsi Banten Mendapat Revitalisasi Senilai Rp. 380 Miliar 

Schoolmedia News Cireunde = Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai mengakselerasi program prioritas hasil cepat (quick wins) di sektor pendidikan. Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pemerintah tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur fisik, tetapi juga melakukan transformasi besar-besaran pada kesejahteraan guru, digitalisasi, hingga perlindungan siswa melalui konsep sekolah aman dan nyaman.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti menegaskan komitmen tersebut saat meresmikan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Tangerang Raya di SDI Ruhama Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (14/1/2026) pagi. 

Kehadiran Menteri disambut hangat oleh ratusan siswa yang memenuhi halaman sekolah sejak pukul 07.00 WIB. Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Provinsi Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, Walikota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan dan Pembina Dharma Wanita Persatuan, Masmidah Abdul Mu’ti.

"Anak Indonesia hebat itu sehat, cerdas, dan berkarakter," seru Abdul Mu’ti saat membuka sambutan dengan mengajak seluruh siswa berdiri meneriakkan yel-yel penyemangat. Pekikan suara siswa tersebut menjadi simbol dimulainya babak baru pendidikan di wilayah Banten yang kini mendapatkan kucuran dana bantuan hingga ratusan miliar rupiah.

Pemerataan Revitalisasi di Banten

Dalam laporannya, Abdul Mu’ti memaparkan bahwa Provinsi Banten menjadi salah satu prioritas pembangunan. Sebanyak 323 satuan pendidikan di tingkat provinsi Banten mendapatkan bantuan revitalisasi tahun 2025 dengan total anggaran mencapai Rp380 miliar.

Selanjutnya Bapak Menteri Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa Program Revitalisasi di Provinsi Banten mencakup 323 Sekolah. diantaranya 15 PAUD, 107 SD, 75 SMP, 52 SMA, 60 SMK, 8 SLB, 1 SKB dan 5 PKBM dengan jumlah bantuan sebesar 380 Milyar. 

Untuk Tangerang Raya, mencakup wilayah Kota Tangerang, Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang. Serta bantuan Revitalisasi jumlah keseluruhan mencakup 96 sekolah. Terdiri dari 3 PAUD, 23 SD, 13 SMP, 30 SMA, 21 SMK, 2 SLB dan 4 PKBM dengan jumlah bantuan sebesar 105 Milyar.

Dilanjutkan, khususnya wilayah Tangerang Selatan mencakup 22 Sekolah meliputi 1 PAUD, 8 SD, 2 SMP, 5 SMA, 5 SMK dan 1 SLB dengan jumlah bantuan sebesar 24 Milyar. Khusus untuk wilayah Tangerang Raya yang meliputi Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang, sebanyak 96 sekolah telah selesai atau tengah dalam proses perbaikan dengan total dana Rp105 miliar. Dari jumlah tersebut, Kota Tangerang Selatan sendiri mendapatkan alokasi Rp24 miliar untuk 22 sekolah.

"Revitalisasi ini bukan sekadar mengecat dinding, melainkan membangun Unit Sekolah Baru (USB), renovasi perpustakaan, laboratorium, hingga penambahan fasilitas sanitasi atau toilet yang layak. Kita ingin sarana fisik ini menunjang ekosistem belajar yang bermutu," ujar Mu'ti. Secara nasional, program ini menyentuh 16.117 satuan pendidikan dengan pagu anggaran Rp16,9 triliun.

Digitalisasi Pembelajaran Kesejahteraan Guru

Paralel dengan pembangunan fisik, pemerintah juga mengejar ketertinggalan teknologi melalui program Panel Interaktif Digital (PID). Sebanyak 288.186 satuan pendidikan ditargetkan menerima perangkat ini. Hingga awal 2026, distribusi telah mencapai lebih dari 98 persen.

Namun, Abdul Mu’ti menekankan bahwa teknologi hanyalah alat. Kunci keberhasilannya tetap berada di tangan guru. Oleh karena itu, Kemendikdasmen juga menyertakan bantuan laptop dan pelatihan intensif bagi para pendidik agar penggunaan panel digital tersebut tepat sasaran.

Terkait kualitas dan kesejahteraan guru, pemerintah membawa kabar baik. Tahun 2025 menjadi tahun masif bagi Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan capaian lebih dari 822.000 guru yang tersertifikasi. Angka ini melampaui target awal kementerian. Implikasinya, tunjangan sertifikasi guru non-ASN naik menjadi Rp2 juta, sementara guru ASN mendapatkan tunjangan sebesar gaji pokok.

"Kami juga memperhatikan guru honorer. Tahun ini (2025), insentif sebesar Rp300.000 per bulan telah disalurkan, dan pada 2026 ini akan kita tingkatkan menjadi Rp400.000 per bulan. Ini adalah bentuk komitmen yang belum pernah dilakukan sebelumnya, meskipun kami sadar ini hanyalah insentif tambahan di luar honor dari satuan pendidikan masing-masing," tuturnya.

Bagi guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik S1 atau D4, pemerintah menyediakan beasiswa Rp3 juta per semester melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Kuota beasiswa ini melonjak tajam dari 12.500 guru di tahun 2025 menjadi 150.000 guru di tahun 2026.

Mewujudkan Sekolah Aman dan Nyaman

Salah satu poin krusial dalam sambutan Mendikdasmen adalah terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Lingkungan Sekolah yang Aman dan Nyaman. Kebijakan ini lahir sebagai respons atas maraknya kekerasan di satuan pendidikan, baik fisik maupun perundungan digital.

"Sekolah harus aman secara fisik, sosial, spiritual, dan intelektual. Kami mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, dan komprehensif. Tidak ada lagi hukuman fisik, yang ada adalah hukuman yang mendidik," tegasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, peran guru Bimbingan Konseling (BK) diperkuat. Kedepannya, setiap guru memiliki tanggung jawab dalam pendampingan dan motivasi siswa. Kebijakan ini juga mengatur beban kerja guru agar tugas pendampingan wali kelas dapat dihitung sebagai jam mengajar, sehingga guru tidak terbebani jam tatap muka penuh selama 24 jam seminggu tanpa memperhatikan aspek emosional siswa.

Selain itu, penguatan karakter dilakukan melalui program "Pagi Ceria". Sebelum memulai pelajaran, siswa diajak melakukan Senam Anak Indonesia Hebat, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan berdoa bersama. Program ini merupakan hasil kolaborasi tiga kementerian: Kemendikdasmen, Kemendagri, dan Kementerian Agama.

Wajib Belajar 13 Tahun Melalui Prasekolah 

Menutup rangkaian agenda, Abdul Mu’ti menyinggung mengenai visi besar Presiden Prabowo terkait wajib belajar 13 tahun, yang dimulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD). Pemerintah bekerja sama dengan Kementerian Desa untuk memastikan minimal ada satu PAUD di setiap desa.

Sebagai dukungan nyata bagi peserta didik terkecil, pemerintah mengalokasikan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk murid TK sebesar Rp400.000 per tahun. Untuk tahap awal, sebanyak 8.888 murid PAUD telah terdaftar sebagai penerima manfaat.

"Mari kita bangun pendidikan yang bermutu dengan guru yang berintegritas. Jika pengajarnya berkualitas, maka anak Indonesia akan hebat," tutup Mu’ti sebelum menandatangani prasasti revitalisasi.

Kegiatan diakhiri dengan yel-yel interaktif. "Mana semangatmu?" tanya Menteri. "Ini semangatku!" jawab hadirin serentak. "Mana senyummu?" timpal Menteri lagi, yang dijawab dengan "Ini senyumku!" oleh para siswa dan guru, menutup acara dengan suasana penuh optimisme bagi masa depan pendidikan. 

Penyunting: Eko B Harsono 





Berita Selanjutnya
Kolaborasi Guru, Murid, dan Orang Tua: Kunci Utama Mewujudkan Sekolah yang Aman dan Nyaman
Berita Sebelumnya
Presiden Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang

Berita Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar