Cari

Wajib Belajar 13 Tahun: Menjamin Hak Anak Sejak Usia Lima Tahun


Pemerintah Akselerasi Pemerataan Mutu PAUD melalui Revitalisasi Fisik dan Digitalisasi

Schoolmedia News JAKARTA  = Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan akselerasi besar-besaran dalam transformasi layanan prasekolah sepanjang tahun 2025. Langkah strategis ini mencakup penguatan infrastruktur fisik, digitalisasi pembelajaran, hingga penyusunan kerangka regulasi jangka panjang guna memastikan akses pendidikan yang bermutu dan inklusif bagi seluruh anak Indonesia.

Berdasarkan data capaian tahun 2025, program revitalisasi sekolah secara nasional telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan di berbagai jenjang. Khusus untuk jenjang PAUD, terdapat 1.552 satuan pendidikan yang mendapatkan bantuan rehabilitasi dan pembangunan dengan total anggaran mencapai Rp 588.038.905.000.

Rincian pembangunan fisik tersebut mencakup 37 Unit Sekolah Baru (USB), 342 ruang kelas baru (RKB), 1.032 ruang UKS, serta 943 unit toilet dan sanitasi. Selain itu, perbaikan prasarana dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang dilakukan pada 311 ruang kelas dan 228 ruang administrasi. Pembangunan ini juga menyasar aspek psikomotorik anak melalui penyediaan 951 area bermain beserta Alat Permainan Edukatif (APE) luar ruang.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa program revitalisasi ini juga berdampak pada sektor ekonomi lokal. Tercatat, proyek ini mampu menggerakkan perekonomian di 5.273 kecamatan, melibatkan lebih dari 28.000 UMKM, serta menyerap 192.665 tenaga kerja di seluruh Indonesia.

Transformasi Digital dan Literasi

Seiring dengan perbaikan fisik, pemerintah mendorong digitalisasi pembelajaran secara masif. Hingga akhir 2025, sebanyak 288.865 unit Papan Interaktif Digital (Interactive Flat Panel/IFP) telah disalurkan ke sekolah-sekolah, di mana 64.191 unit di antaranya dialokasikan untuk satuan PAUD.

Penyediaan perangkat ini dibarengi dengan penguatan kompetensi pendidik melalui Bimbingan Teknis yang melibatkan 5.687 satuan pendidikan di 470 kabupaten/kota. Para guru diarahkan untuk memanfaatkan 335 konten digital interaktif, mulai dari buku pembelajaran hingga gim edukasi yang dapat diakses melalui portal resmi rumah.pendidikan.go.id.

"Kami juga melaksanakan program piloting Pengembangan Berpikir Komputasional (PBK) dan Kecerdasan Artifisial (KA) di 20 satuan PAUD terpilih di Medan, Bandung, Makassar, dan Padang," sebagaimana dikutip dari laporan pelaksanaan program tahun 2025.

Standarisasi dan Kebijakan Strategis

Untuk menjamin keberlanjutan mutu, Kemendikdasmen telah menerbitkan Naskah Desain Besar Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah 2025–2029. Dokumen ini menjadi pedoman nasional untuk memastikan anak usia 5–6 tahun mendapatkan layanan PAUD yang merata dan berkeadilan sebagai bagian dari program Wajib Belajar 13 Tahun.

Guna mendukung implementasi di lapangan, pemerintah menyediakan 11 panduan utama dalam bentuk Norma, Prosedur, dan Kriteria (NPK) PAUD 2025. Panduan tersebut mencakup Pedoman Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah, Buku Saku Literasi, hingga Edukasi Gizi Seimbang.

Penguatan Karakter dan Kolaborasi

Transformasi PAUD tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pembentukan karakter melalui Kampanye Anak Indonesia Hebat yang menyosialisasikan "Gerakan Tujuh Kebiasaan" di tujuh wilayah, termasuk Kabupaten Manokwari dan Kota Serang. Momentum ini diperkuat melalui Festival Anak Indonesia Hebat (FAIH) sebagai puncak peringatan Hari Anak Nasional yang melibatkan ekosistem peduli anak.

Peran Bunda PAUD di tingkat provinsi hingga desa pun diperkuat sebagai mitra strategis dalam advokasi dan kolaborasi. Melalui Puncak Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2025, pemerintah memberikan penghargaan bagi para penggerak yang berkontribusi nyata dalam mewujudkan wajib belajar prasekolah di wilayah masing-masing.

Langkah komprehensif ini diharapkan mampu meletakkan fondasi yang kokoh bagi generasi emas Indonesia melalui layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Daftar Data Penting:

 * Total Satuan PAUD Direvitalisasi: 1.552 Sekolah

 * Total Anggaran Revitalisasi PAUD: Rp 588.038.905.000

 * Distribusi IFP PAUD: 64.191 Satuan

 * Target Wajib Belajar: 1 Tahun Prasekolah (Bagian dari WB 13 Tahun)

Tim Schoolmedia 

Berita Selanjutnya
Presiden Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang
Berita Sebelumnya
Draft Perpres Pelibatan TNI Lawan Terorisme Dikecam Koalisi Sipil: Ancaman Serius bagi HAM dan Demokrasi

Berita Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar