Cari

Akses Transportasi Aceh Pulih: 12 Jalan Nasional dan Belasan Jembatan Kini Fungsional


Akses Transportasi Aceh Pulih: 12 Jalan Nasional dan Belasan Jembatan Kini Fungsional

Schoolmedia News ACEH – Upaya pemulihan infrastruktur pascabencana di Provinsi Aceh mencatat progres signifikan di awal tahun 2026. Hingga Kamis (1/1), Kementerian Pekerjaan Umum bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berhasil memenuhi target fungsionalitas jalan nasional, membuka kembali urat nadi transportasi yang sebelumnya terputus.

Konektivitas Jalur Utama Kembali Terhubung

Berdasarkan data Pos Pendamping Nasional (Pospanas), sebanyak 13 titik ruas jalan nasional kini telah berstatus fungsional. Capaian ini memastikan tiga jalur utama di Serambi Mekkah kembali terintegrasi, yaitu:

 * Jalur Lintas Timur: Banda Aceh menuju Medan.

 * Jalur Lintas Barat: Banda Aceh – Nagan Raya hingga Medan.

 * Jalur Lintas Tengah: Akses Nagan Raya menuju Takengon, Lhokseumawe ke Takengon (via jalur KKA), serta Pidie ke Takengon.

Meski jalur Bireuen menuju Bener Meriah masih dalam tahap perbaikan di beberapa titik jembatan, konektivitas tetap terjaga melalui jalur alternatif yang telah disiapkan.

Perbaikan Jembatan dan Penanganan Longsor

Sektor infrastruktur jembatan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sebanyak 16 jembatan yang rusak dilaporkan telah selesai 100 persen. Dari jumlah tersebut, 12 jembatan berfungsi di lokasi eksisting, sementara 4 lainnya merupakan jembatan fungsional di jalur alternatif, yakni:

 * Jembatan Weihni Enang-Enang

 * Jembatan Jamur Ujung

 * Jembatan Titi Merah

 * Jembatan Krueng Beutong

Untuk penanganan longsor, tim di lapangan telah menyelesaikan 360 dari 361 titik longsoran (99,72%). Satu titik tersisa yang masih dalam pengerjaan berada di arah Jembatan Weihni Enang-Enang yang saat ini dialihkan melalui jalur alternatif.

Dampak Terhadap Pemulihan Sektor Lain

Pulihnya akses darat ini menjadi kunci utama percepatan pemulihan sektor lainnya. "Dengan terhubungnya kembali lintas timur, tengah, dan barat, distribusi energi, perbaikan jaringan listrik, dan komunikasi ke daerah sulit menjangkau seperti Bener Meriah dan Aceh Tengah akan jauh lebih cepat," tulis rilis resmi tersebut. Pemerintah menargetkan pemulihan sektor energi dapat rampung sepenuhnya pada pertengahan Januari ini.

Waspada Cuaca dan Tantangan Drainase

Meski pengerjaan fisik hampir tuntas, BNPB memberikan catatan khusus terkait faktor cuaca. Saat ini, daya tampung saluran air dan drainase primer belum kembali normal seperti sebelum bencana. Kondisi ini berpotensi memicu luapan air jika terjadi hujan intensitas tinggi.

Sebagai langkah antisipasi, BNPB terus melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung normalisasi sungai. Masyarakat dan pihak terkait diminta tetap waspada agar hasil perbaikan infrastruktur yang telah dicapai melalui gotong royong ini tidak kembali rusak akibat bencana susulan.

Tim Schoolmedia 


Berita Selanjutnya
Kemendikdasmen Instruksikan Tradisi "Pagi Ceria" Awali Semester Genap Tahun Ajaran 2026
Berita Sebelumnya
Integrasi Data Kebencanaan Sumatera melalui Dasbor Terpadu

Berita Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar