Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
Nasional

Agar Mampu Berkompetisi, UNJ Wajibkan Mata Kuliah Pemrograman dan Data

author Muhammad Atho' Alghifari
May 16, 2019 |

Coding, Foto: Pixabay

 

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mewajibkan mata kuliah Pengantar Pemograman dan Data Besar atau "Introduction to Coding and Big Data" bagi semua mahasiswa baru 2019.

"Mulai tahun ini kami memang mewajibkan mata kuliah Pengantar Pemograman dan Data Besar, sebagai salah satu upaya menyiapkan mahasiswa yang memiliki daya saing dan bisa berkompetisi di era Revolusi Industri 4.0," ujar Plt Rektor UNJ, Intan Ahmad, dalam Dies Natalis UNJ ke-55 di Jakarta, Kamis, 16 Mei 2019. 

Selain itu, Intan melanjutkan, UNJ juga akan mengembangkan program lainnya untuk menghadapi era Revolusi Industri 4.0, yakni kewirausahaan dengan model perkuliahan yang menekankan kemampuan kreativitas dan inovasi yang diperlukan masyarakat Indonesia.

 

Baca juga: Menristekdikti Minta Kampus Ubah Pola Pikir Hadapi Revolusi Industri

 

Perguruan tinggi, kata Intan, juga harus dapat mengintegrasikan kemampuan kepemimpinan, manajemen, kewirausahaan, literasi digital, teknologi informasi dan komunikasi, komputer dan pemograman ke dalam kurikulum.

"Saat ini kompetensi yang dibutuhkan tidak hanya literasi teknologi, tetapi juga literasi manusia, yaitu bagaimana menjadi kreatif, inovatif, kewirausahaan, dan juga kemampuan bekerja dalam tim," kata Intan. 

Hal tersebut, ujar Intan, menjadi sangat penting karena tidak hanya membutuhkan generasi yang bisa beradaptasi dengan tantangan masa depan, juga mempunyai nilai kemanusian seperti toleransi dan empati.

"Generasi yang dihasilkan adalah generasi yang holistik sebagai pengubah masa depan yang lebih baik," kata Intan tegas. 

 

Baca juga: Kemenkominfo: Generasi Muda Harus Manfaatkan Revolusi Industri 4.0

 

Dalam kesempatan itu, Intan juga menekankan bahwa pengajaran dan penelitian tidak hanya berorientasi pada kebutuhan mahasiswa, tetapi juga meningkatkan pengetahuan dan berkontribusi kepada terciptanya masyarakat madani.

"Jadi kesuksesan suatu universitas, tidak hanya diukur dari segi ekonomi tetapi kontribusi hasil pengajaran, penelitian, kajian dan kiprah lulusan, yang proaktif dan memberi makna pada lingkungan," kata Intan optimistis. 

Ingin Peringkat Naik, Pemkot Pontianak Tingkatkan Infrastruktur Kota Layak Anak
Berita Selanjutnya
Ingin Peringkat Naik, Pemkot Pontianak Tingkatkan Infrastruktur Kota Layak Anak
author yenny hardiyanti
May 17, 2019
Kenalkan Profesi Apoteker, Mahasiswa UGM Kembangkan Aplikasi Meet Pharmy
Berita Sebelumnya
Kenalkan Profesi Apoteker, Mahasiswa UGM Kembangkan Aplikasi Meet Pharmy
author yenny hardiyanti
May 16, 2019