Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
Artikel

Membangun Sekolah Digital: Pemanfaatan AI Harus Diimbangi Literasi Digital dan Peran Guru

author Andeliyumna
Jul 13, 2026 |
7 Dilihat


Schoolmedia News Jakarta = Transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Berbagai teknologi baru, termasuk Artificial Intelligence (AI), mulai dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah. Kehadiran AI memberikan peluang bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan literasi digital serta penguatan peran guru sebagai pendidik.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa penggunaan AI bukan bertujuan menggantikan guru, melainkan menjadi alat bantu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru tetap memegang peranan utama dalam membangun karakter, membimbing proses belajar, serta memastikan teknologi digunakan secara bertanggung jawab.


AI Membantu Efisiensi Pembelajaran

Dalam praktiknya, AI dapat dimanfaatkan untuk membantu guru menyusun perangkat ajar, membuat soal evaluasi, menyusun ringkasan materi, hingga menghasilkan media pembelajaran yang lebih menarik. Teknologi juga mampu memberikan rekomendasi aktivitas belajar sesuai kebutuhan peserta didik sehingga proses pembelajaran menjadi lebih personal.

Efisiensi ini memungkinkan guru memiliki lebih banyak waktu untuk berinteraksi langsung dengan peserta didik. Hubungan antara guru dan siswa tetap menjadi aspek penting yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.

Selain mendukung guru, AI juga membuka kesempatan bagi peserta didik untuk belajar secara mandiri melalui berbagai platform digital. Mereka dapat memperoleh referensi tambahan, melakukan latihan soal, maupun mengeksplorasi materi pembelajaran secara lebih luas.


Literasi Digital Menjadi Fondasi

Meskipun memberikan banyak manfaat, penggunaan AI juga menghadirkan tantangan. Informasi yang dihasilkan oleh AI tidak selalu benar sehingga perlu diverifikasi terlebih dahulu. Oleh karena itu, kemampuan literasi digital menjadi kompetensi yang harus dimiliki baik oleh guru maupun peserta didik.

Literasi digital tidak hanya mencakup kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga memahami etika digital, keamanan data, hak cipta, serta kemampuan mengevaluasi informasi sebelum digunakan dalam proses belajar.

Kemampuan tersebut menjadi semakin penting mengingat peserta didik hidup di tengah arus informasi yang sangat cepat. Tanpa literasi digital yang baik, teknologi justru berpotensi menimbulkan penyalahgunaan maupun ketergantungan.


Peran Guru Tetap Tidak Tergantikan

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa teknologi mampu membantu proses pembelajaran, tetapi tidak dapat menggantikan peran guru dalam membangun karakter dan kemampuan sosial peserta didik.

Guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi pembimbing, motivator, dan teladan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kerja sama, dan empati tetap memerlukan interaksi langsung antara guru dan peserta didik.

Karena itu, pemanfaatan AI harus dipandang sebagai bentuk kolaborasi antara manusia dan teknologi, bukan sebagai pengganti proses pendidikan.


Sekolah Perlu Menyiapkan Ekosistem Digital

Agar transformasi digital berjalan optimal, sekolah perlu membangun ekosistem yang mendukung penggunaan teknologi secara sehat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan, memperkuat infrastruktur digital, menyusun kebijakan penggunaan AI, serta melibatkan orang tua dalam pendampingan penggunaan teknologi di rumah.

Selain itu, sekolah juga perlu membiasakan peserta didik untuk menggunakan AI sebagai alat belajar, bukan sekadar sarana memperoleh jawaban secara instan. Pendekatan ini akan membantu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah.


Transformasi digital merupakan peluang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Dengan memanfaatkan AI secara bijaksana, sekolah dapat menghadirkan proses pembelajaran yang lebih inovatif tanpa mengesampingkan nilai-nilai karakter yang menjadi tujuan utama pendidikan.

Kolaborasi antara guru, peserta didik, orang tua, pemerintah, dan teknologi akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan pendidikan yang adaptif, inklusif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


Tim Schoolmedia

Toko Merah, Raksasa Bersejarah yang Masih "Tertidur" di Kota Tua Jakarta
Artikel Selanjutnya
Toko Merah, Raksasa Bersejarah yang Masih "Tertidur" di Kota Tua Jakarta
author Andeliyumna
Jul 14, 2026
Ketika Guru Terlalu Banyak Bercerita: Menjaga Batas Profesional di Ruang Kelas
Artikel Sebelumnya
Ketika Guru Terlalu Banyak Bercerita: Menjaga Batas Profesional di Ruang Kelas
author Andeliyumna
Jul 13, 2026