Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
Artikel

Mengapa Perpustakaan Indonesia Belum Siap Buka 24 Jam? Bukan Karena Pustakawannya Tak Mau

author Andeliyumna
Jul 13, 2026 |
5 Dilihat

Schoolmedia News Jakarta = Di tengah menjamurnya kafe, co-working space, hingga minimarket yang beroperasi sepanjang hari, muncul pertanyaan yang kerap dilontarkan masyarakat: mengapa perpustakaan di Indonesia tidak buka 24 jam? sekilas, gagasan itu terdengar ideal. perpustakaan bisa menjadi ruang belajar yang nyaman bagi mahasiswa, pekerja, maupun masyarakat yang membutuhkan akses informasi kapan saja. namun, di balik harapan tersebut, terdapat kenyataan yang jauh lebih kompleks daripada sekadar memperpanjang jam operasional.

Persoalan terbesar bukan terletak pada kemauan pustakawan, melainkan pada keterbatasan sumber daya. membuka perpustakaan selama 24 jam berarti menambah kebutuhan anggaran untuk listrik, keamanan, kebersihan, teknologi, hingga tenaga kerja yang harus bergantian menjaga layanan. di banyak perpustakaan, anggaran yang tersedia bahkan masih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar operasional. dalam kondisi seperti itu, memperpanjang jam buka tentu bukan keputusan yang sederhana.

Selain persoalan biaya, tingkat kunjungan juga menjadi pertimbangan. pengalaman sejumlah perpustakaan menunjukkan bahwa layanan hingga malam hari belum tentu diikuti peningkatan jumlah pengunjung secara signifikan. ketika biaya operasional terus bertambah, sementara pemanfaatan layanan belum optimal, pengelola harus mempertimbangkan kembali efektivitas kebijakan tersebut. pada akhirnya, keputusan operasional tidak hanya didasarkan pada idealisme, tetapi juga pada data dan efisiensi.

Di sisi lain, perpustakaan bukan sekadar bangunan yang dipenuhi rak buku. ia adalah ruang publik yang membutuhkan budaya literasi yang kuat. perpustakaan akan hidup apabila masyarakat terbiasa membaca, belajar, berdiskusi, dan memanfaatkan fasilitas secara bertanggung jawab. tanpa budaya tersebut, membuka perpustakaan selama 24 jam hanya akan memperpanjang waktu operasional, bukan memperluas manfaatnya bagi masyarakat.

Karena itu, pertanyaan yang lebih penting bukanlah mengapa perpustakaan belum buka 24 jam, melainkan sejauh mana kita benar-benar menempatkan literasi sebagai kebutuhan bersama. ketika dukungan anggaran, budaya membaca, dan perhatian terhadap kesejahteraan pustakawan berjalan beriringan, mimpi menghadirkan perpustakaan yang hidup sepanjang hari mungkin bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah keniscayaan.


Penulis: Ashad Rizki

Editor: Ashad Rizki

Sumber:  https://mojok.co/terminal/perpustakaan-di-indonesia-memang-nggak-bisa-buka-24-jam/

Ketika Guru Terlalu Banyak Bercerita: Menjaga Batas Profesional di Ruang Kelas
Artikel Selanjutnya
Ketika Guru Terlalu Banyak Bercerita: Menjaga Batas Profesional di Ruang Kelas
author Andeliyumna
Jul 13, 2026
Ketika Toga Tak Lagi Milik Sarjana: Memaknai Wisuda sebagai Perayaan Proses Belajar
Artikel Sebelumnya
Ketika Toga Tak Lagi Milik Sarjana: Memaknai Wisuda sebagai Perayaan Proses Belajar
author Andeliyumna
Jul 13, 2026