
Bimtek Digitalisasi Pembelajaran Angkatan ke-4 di Surabaya, 160 Satuan PAUD Dari 78 Kab/Kota Dipersiapkan Jadi Agen Perubahan
SURABAYA, Schoolmedia - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) resmi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran Angkatan ke-4 di Hotel Movenpick, Surabaya, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga 18 April 2026 ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam merealisasikan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 tentang percepatan transformasi digital di lingkungan pendidikan dan mempersiapkan ekosistem PAUD menjadi agen perubahan.
Dalam laporan kegiatan yang disampaikan Kepala Subbagian Tata Usaha Direktorat PAUD, Yoto, disebutkan bahwa digitalisasi pembelajaran mengubah paradigma pendidikan dari konvensional menjadi lebih dinamis. Melalui pemanfaatan teknologi, anak didik dapat mengakses materi secara fleksibel kapan pun dan di mana pun sesuai dengan karakteristik tumbuh kembang anak.
"Perkembangan teknologi digital membawa dampak besar, termasuk dalam pendidikan. Digitalisasi memungkinkan murid mengakses materi dari mana saja melalui aplikasi edukatif dan platform daring yang ada di Rumah Pendidikan dan juga aplikasi serta laman resmi Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini “PAUDPEDIA,” ujar Yoto.
Dikatakqn, transformasi digital di sektor pendidikan anak usia dini menjadi keniscayaan. Namun, implementasinya di lapangan masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan sumber daya dan kompetensi pendidik dalam memanfaatkan teknologi. Oleh karena itu, kegiatan penguatan kapasitas ini sangat diperlukan agar guru mampu mengelola pembelajaran digital yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
"Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap teknologi dan mendukung pendidikan inklusif serta berkualitas sejak usia dini," tambah Yoto.
Dasar Hukum dan Kebijakan
Pelaksanaan bimtek ini berlandaskan pada regulasi yang kuat, mulai dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, hingga berbagai peraturan terbaru terkait standar nasional pendidikan.
Di antaranya adalah Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 serta sejumlah Permendikbud Ristek mengenai Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, hingga Standar Penilaian Pendidikan. Kegiatan ini juga mengacu pada Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2024 tentang organisasi dan tata kerja kementerian.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pada tahun 2025 lalu pemerintah telah menyalurkan bantuan program digitalisasi kepada 64.191 satuan PAUD terpilih.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 16.044 satuan berada di lima provinsi yang menjadi fokus kegiatan kali ini, yakni Jawa Timur (11.815), Kalimantan Selatan (1.578), Kalimantan Timur (1.016), Kalimantan Barat (990), dan Kalimantan Tengah (645).
“Satuan PAUD yang terpilih untuk mengikuti Bimtek diharapkan dapat melakukan pengimbasan kepada satuan PAUD disekitarnya. Pengetahuan dan ilmu yang baik itu wajib dibagikan,” ujarnya.
Meningkatkan Kompetensi Guru
Bimtek ini dirancang sebagai sarana capacity building agar pendidik mampu mengintegrasikan perangkat digital secara pedagogis dan aman. Secara khusus, kegiatan ini bertujuan membekali guru dengan keterampilan menyusun perencanaan pembelajaran, merancang metode pengajaran yang tepat, hingga mengevaluasi proses belajar mengajar berbasis digital.
"Kami ingin mendorong kesiapan satuan pendidikan untuk mengelola pembelajaran berbasis digital secara efektif, inovatif, dan inklusif, Satuan pendidikan dan guru yang akan bertransformasi dan menjadi agen perubahan," jelas Yoto.
Selama tiga hari pelaksanaan, sebanyak 160 perwakilan satuan PAUD dari 78 kabupaten/kota akan mengikuti materi yang terstruktur dengan total 16 jam pelajaran (JP). Materi dimulai dari sesi kebijakan, pengenalan fitur dan operasional Papan Interaktif Digital (PID), hingga strategi pemanfaatan Platform Rumah Pendidikan (Ruang Murid).
Para peserta juga akan diajak mendalami pemanfaatan bahan ajar digital interaktif yang disesuaikan dengan Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Salah satu poin penting adalah sesi praktik mengajar (microteaching) menggunakan PID, di mana peserta akan mempresentasikan learning design mereka dan mendapatkan umpan balik langsung dari narasumber.
Acara pembukaan dihadiri oleh Widyaprada Ahli Utama, Harris Iskandar, yang mewakili Direktur PAUD, Kurniawan, S.T., M.B.A. Harris memberikan arahan sekaligus secara resmi membuka rangkaian kegiatan.
Pemerintah berharap melalui kegiatan ini, kompetensi guru PAUD semakin meningkat sehingga pemanfaatan perangkat digital dapat berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan nasional.
Peliput : Eko B Harsono
Tinggalkan Komentar