Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
Artikel

Tunjangan Profesional Guru Dorong Profesionalisme Guru dan Bangun Mutu Pembelajaran Berkualitas

author Eko Schoolmedia
Jun 08, 2026 |


TPG Dorong Profesionalisme Guru dan Bangun Mutu Pembelajaran Berkualitas

Schoolmedia News Jakarta = Di tengah upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional, kesejahteraan guru menjadi salah satu faktor kunci yang terus mendapat perhatian pemerintah. Melalui penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berupaya tidak hanya memperbaiki kondisi finansial para pendidik, tetapi juga mendorong lahirnya pembelajaran yang lebih bermutu dan inovatif di sekolah.

Hingga Mei 2026, Kemendikdasmen telah menyalurkan TPG kepada 10.230 guru dan tenaga kependidikan (GTK) di Kota Dumai, Provinsi Riau. Total anggaran yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp37,5 miliar. Angka ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendukung profesi guru sebagai garda terdepan pendidikan.

Namun, dampak TPG tidak berhenti pada aspek ekonomi semata. Di ruang-ruang kelas, manfaatnya terasa nyata dalam perubahan pendekatan mengajar. Hal ini dirasakan langsung oleh Dini Retnoasri, guru SD Maitreyawira, Dumai. Sebagai wali kelas 6, Dini mengaku semakin termotivasi untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi murid-muridnya.

Sejak mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), Dini mulai menerapkan metode pembelajaran yang menekankan kebersamaan dan nilai-nilai cinta kasih. Ia bahkan menyisihkan sebagian TPG yang diterimanya untuk memberikan penghargaan sederhana kepada murid yang aktif dan berprestasi di kelas.

“Selain sisi finansial yang membaik, TPG mendorong kami untuk membuat murid senang belajar. Saya memberikan alat tulis kepada murid yang bisa menjawab pertanyaan. Mereka senang, dan itu menambah semangat belajar mereka,” ungkap Dini.

Cerita serupa datang dari Dewi Fatma Nasution, guru kelas 4 di sekolah yang sama. Bagi Dewi, TPG menjadi sumber motivasi yang tidak hanya dirasakan oleh dirinya, tetapi juga oleh murid-muridnya. Ia mengenang momen saat menjalani proses PPG, di mana para siswa turut memberikan dukungan, bahkan membantu dalam pembuatan video tugas pembelajaran.

Setelah menyelesaikan PPG dan menerima TPG, Dewi menepati janjinya kepada murid-murid dengan mengajak mereka menikmati es krim bersama. Momen sederhana tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus apresiasi atas dukungan yang telah diberikan.

“Anak-anak merasa menjadi bagian dari perjuangan saya. Itu kebahagiaan tersendiri sebagai guru,” tuturnya. Ia berharap program TPG terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak guru di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Intan Safura, guru kelas 3 SD Maitreyawira, memanfaatkan TPG untuk mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Dengan minat di bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM), Intan menghadirkan berbagai media interaktif seperti kuis digital, teka-teki silang, hingga permainan memori dalam proses belajar mengajar.

Menurutnya, pendekatan tersebut mampu meningkatkan partisipasi siswa secara signifikan. Murid menjadi lebih antusias, aktif, dan lebih mudah memahami materi pelajaran. TPG juga memberinya dorongan untuk terus meningkatkan kompetensi diri melalui pelatihan dan seminar.

“Ke depan saya ingin mengikuti lebih banyak workshop, terutama terkait STEM, agar bisa menghadirkan pembelajaran yang semakin inovatif,” ujar Intan.

Apresiasi terhadap dedikasi para guru ini juga disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, saat berkunjung ke SD Maitreyawira, Dumai. Ia menegaskan bahwa kemajuan pendidikan di daerah tidak lepas dari kerja keras para guru dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas.

Menurutnya, kontribusi tidak hanya datang dari sekolah negeri, tetapi juga dari lembaga pendidikan swasta yang turut berperan dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Pemerintah, lanjutnya, memastikan bahwa TPG sebesar Rp2 juta per bulan disalurkan langsung kepada para penerima manfaat sebagai bentuk keberpihakan kepada guru.

Dengan berbagai cerita inspiratif dari para guru di Dumai, TPG terbukti menjadi lebih dari sekadar bantuan finansial. Program ini telah menjadi katalisator perubahan, mendorong profesionalisme guru sekaligus membangun ekosistem pembelajaran yang lebih kreatif, inklusif, dan berkualitas di Indonesia.

Tim Schoolmedia

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq: Deep Learning Bukan Kurikulum, Jadikan Guru Arsitek Pembelajaran
Artikel Selanjutnya
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq: Deep Learning Bukan Kurikulum, Jadikan Guru Arsitek Pembelajaran
author Eko Schoolmedia
Jun 08, 2026
Kemendikdasmen Berikan Bantuan pada Murid Terdampak Kebakaran di Kemayoran
Artikel Sebelumnya
Kemendikdasmen Berikan Bantuan pada Murid Terdampak Kebakaran di Kemayoran
author Eko Schoolmedia
Jun 05, 2026