Cari

Prof Dr Abdul Mu’ti: Toleransi dan Pendidikan Karakter Jadi Fokus Penguatan Seluruh Jenjang Pendidikan Nasional"


Toleransi dan Pendidikan Karakter Jadi Fokus Penguatan Pendidikan

JAKARTA Schoolmedia News = Pemerintah menegaskan penguatan nilai toleransi dan pendidikan karakter sebagai prioritas dalam sistem pendidikan nasional. Langkah ini dinilai penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu hidup harmonis di tengah keberagaman Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan lintas tokoh agama yang diselenggarakan Indonesian Conference on Religion and Peace di Jakarta. Ia menegaskan bahwa pendidikan bermutu untuk semua menjadi bagian dari amanat konstitusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. 

“Program kami adalah menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua,” ujar Mu’ti. Ia menambahkan, arah kebijakan tersebut juga selaras dengan agenda pembangunan nasional untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. 

Menurut Mu’ti, penguatan pendidikan karakter tidak bisa dilepaskan dari nilai toleransi. Dalam konteks Indonesia yang majemuk, peserta didik perlu dibekali kesadaran kebangsaan serta sikap saling menghormati antaragama dan budaya. 

Ia menekankan bahwa pendidikan tidak semata berorientasi pada capaian akademik, melainkan juga pembentukan karakter. “Nilai toleransi sangat krusial di tengah keberagaman yang kita miliki,” katanya. 

Untuk itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendorong berbagai kegiatan lintas agama dan budaya sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. Interaksi sejak dini dalam lingkungan yang beragam dinilai mampu menanamkan pemahaman bahwa perbedaan merupakan kekuatan bangsa.

Mu’ti juga menekankan pentingnya menanamkan rasa kebangsaan kepada generasi muda. Ia menyebut Indonesia sebagai “rumah bersama” yang harus dijaga oleh seluruh warganya. Dengan demikian, setiap anak diharapkan memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam memajukan bangsa. 

Dalam implementasinya, pemerintah membuka ruang kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan dari beragam latar belakang, baik nasional maupun internasional. Sejumlah kunjungan telah dilakukan ke berbagai institusi pendidikan, termasuk sekolah berbasis komunitas internasional dan lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

Langkah ini bertujuan memperkuat nilai inklusivitas serta memperluas praktik baik dalam pendidikan karakter. Pemerintah juga mendorong tradisi dialog lintas agama sebagai sarana membangun saling pengertian di kalangan peserta didik.

Lingkungan sekolah dinilai menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai toleransi sekaligus memperkuat identitas kebangsaan. Melalui pendekatan ini, pendidikan diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan cerdas, tetapi juga individu yang berintegritas dan mampu hidup berdampingan secara damai. 

Penguatan pendidikan karakter sendiri merupakan bagian dari upaya jangka panjang pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Dalam kerangka tersebut, nilai-nilai seperti gotong royong, integritas, dan kemandirian menjadi indikator penting dalam pembentukan profil pelajar. 

Pemerintah berharap, melalui berbagai program ini, sistem pendidikan nasional mampu melahirkan generasi yang tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat dan menjunjung tinggi keberagaman.

Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu, tetapi juga fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus mendorong kemajuan Indonesia di masa depan.

Tim Schoolmedia 

Artikel Sebelumnya
Angka Stunting Nasional Masih 19,8 %, Penurunan Stunting Didorong Jadi Gerakan Kolektif Lintas Sektor

Artikel Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar