Cari

Mendikdasmen Targetkan 71 Ribu Satuan Pendidikan Tuntas Program Revitalisasi di 2026


Schoolmedia News Jakarta = Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu'ti, meresmikan selesainya Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun anggaran 2025 untuk wilayah Tangerang Raya. Acara yang berlangsung di SD Ruhama Labschool UHAMKA, Tangerang Selatan, pada Rabu (14/1/2026) ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah menciptakan lingkungan belajar yang layak, aman, dan ramah anak di seluruh Indonesia.

​Dalam sambutannya, Abdul Mu'ti menegaskan bahwa komitmen pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur pendidikan bukan sekadar janji. Hingga awal tahun 2026, capaian program revitalisasi yang dicanangkan tahun sebelumnya telah menunjukkan hasil yang sangat signifikan.

​"Sekarang program revitalisasi 95% sekolah sudah selesai 100%," ujar Mu'ti di hadapan para kepala daerah dan pendidik se-Tangerang Raya. Ia menjelaskan bahwa fokus utama revitalisasi tahun 2025 meliputi pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), renovasi ruang kelas, penambahan toilet, pembangunan perpustakaan, laboratorium, serta berbagai sarana fisik penunjang lainnya. Secara nasional, program ini menyasar 16.171 satuan pendidikan dengan dukungan anggaran mencapai Rp16,9 triliun.

​Sebagai simbol peresmian, Mendikdasmen menyerahkan 33 prasasti yang telah ditandatanganinya kepada perwakilan satuan pendidikan di Tangerang Raya yang telah tuntas direnovasi. Ke-33 sekolah tersebut mencakup berbagai jenjang, terdiri dari 3 PAUD, 9 SD, 6 SMP, 5 SMA, 2 SKH/SLB, 1 PKBM, dan 7 SMK.

​Transformasi Fisik dan Kebiasaan "Anak Indonesia Hebat"

​Mendikdasmen menekankan bahwa perbaikan fisik sekolah hanyalah satu sisi dari koin transformasi pendidikan. Sisi lainnya adalah pembangunan karakter. Ia menekankan pentingnya internalisasi "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" (7KAIH). Gerakan ini merupakan usaha bersama agar peserta didik memiliki karakter yang kuat dan mentalitas positif.

​Implementasi nyata dari penguatan karakter ini diwujudkan melalui program "Pagi Ceria" yang dilaksanakan sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai. Program ini mencakup senam bersama, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan doa bersama.

​"Kebijakan ini merupakan kebijakan bersama tiga menteri, yaitu Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Agama. Surat Edaran Bersama sudah kita terbitkan sejak 2024 dan kami mohon pelaksanaannya terus ditingkatkan di masing-masing sekolah," tegas Mu'ti.

​Sekolah Aman melalui Permen Dikdasmen No. 6 Tahun 2026

​Isu kekerasan di lingkungan pendidikan juga menjadi perhatian serius. Mendikdasmen secara resmi memperkenalkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026. Regulasi ini dirancang untuk membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman, baik secara fisik, sosial, spiritual, maupun intelektual.

​Abdul Mu'ti tidak menampik bahwa kasus kekerasan, baik fisik maupun digital (cyberbullying), masih menjadi tantangan besar. Namun, ia menginstruksikan agar penanganan masalah tersebut dilakukan dengan pendekatan yang lebih humanis, partisipatif, dan edukatif.

​"Kami ingin mengajak semua pihak membangun budaya sekolah yang aman. Kami mengedepankan pendekatan yang humanis, bukan pendekatan yang mengandalkan hukuman fisik atau corporal punishment," tambahnya. Ia berharap sekolah bisa benar-benar menjadi "rumah kedua" yang memotivasi siswa untuk belajar dengan semangat tinggi tanpa rasa takut.

​Perluasan Target 2026: 71 Ribu Sekolah dan Kesejahteraan Murid TK

​Melangkah ke tahun 2026, pemerintah menaikkan target revitalisasi secara drastis. Berdasarkan instruksi Presiden, jumlah sekolah yang akan diperbaiki meningkat tajam. Jika sebelumnya dalam APBN dialokasikan untuk sekitar 11,7 juta satuan pendidikan secara bertahap, kini ada tambahan target revitalisasi sebanyak 60.000 sekolah.

​"Totalnya, insya Allah kita akan merevitalisasi 71.000 sekian satuan pendidikan di tahun 2026. Target kami hingga 2029, sebagaimana arahan Bapak Presiden, tidak ada lagi sekolah yang bangunannya jelek, tidak ada atap bocor, dan tidak ada toilet yang bau," kata Mu'ti yang disambut tepuk tangan riuh dari para hadirin.

​Selain infrastruktur, pemerintah juga memperkuat akses pendidikan bagi usia dini melalui program Wajib Belajar 13 Tahun. Kemendikdasmen telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Desa untuk membangun minimal satu PAUD di setiap desa. Dukungan finansial pun diperluas melalui pemberian bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi murid TK sebesar Rp450.000 per tahun, yang pada tahun 2026 dialokasikan untuk 888.000 murid.

​Sinergi Menuju Pendidikan Bermutu

​Menutup sambutannya, Abdul Mu'ti meminta dukungan penuh dari para Gubernur, Bupati, dan Wali Kota di wilayah Tangerang Raya untuk mengawal keberlanjutan program ini. Menurutnya, pendidikan bermutu untuk semua hanya bisa terwujud jika ada integrasi antara sarana prasarana yang berkualitas, guru yang berdedikasi, serta dukungan penuh dari lingkungan masyarakat.

​"Kita ingin mewujudkan pendidikan bermutu dengan membangun sarana pembelajaran yang baik dan guru yang memiliki kompetensi serta integritas. Inilah bagian dari gerakan bersama mewujudkan anak-anak Indonesia yang hebat," pungkasnya.

​Dengan tuntasnya revitalisasi di Tangerang Raya ini, diharapkan sekolah-sekolah tersebut dapat segera mengoptimalkan fasilitas baru mereka untuk mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Tim Schoolmedia 

Artikel Selanjutnya
Revitalisasi Satuan Pendidikan, Wamendikdasmen: Ruang Belajar Layak Kunci Kualitas Siswa
Artikel Sebelumnya
Penolakan Hakim Atas Eksepsi Delpedro dkk Abaikan Perlindungan Kebebasan Berekspresi

Artikel Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar