Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
tokoh

Bukan Sekadar KKN, 34 Mahasiswa Terjun Langsung Belajar Membangun IKN dan Kota Masa Depan

author ASHAD
Aug 06, 2026 |
2 Dilihat

Schoolmedia News - Bagi sebagian mahasiswa, Kuliah Kerja Nyata atau KKN menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Namun, pengalaman berbeda dirasakan oleh 34 mahasiswa yang mengikuti program KKN Bersama Kalimantan Universities Consortium (KUC)–Borneo Studies Network (BSN) 2026 di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Selama lebih dari tiga pekan, para mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari proses pembangunan dan tata kelola pemerintahan di kawasan Nusantara.

Program tersebut berlangsung pada 13 Juli hingga 5 Agustus 2026. Para mahasiswa ditempatkan di lingkungan Otorita IKN dan terlibat dalam berbagai kegiatan sesuai dengan latar belakang keilmuan masing-masing.

Pengalaman tersebut menjadi kesempatan berharga karena mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah kota baru direncanakan, dibangun, dan dikelola.

Belajar dari Kota yang Sedang Dibangun

IKN menjadi ruang belajar yang berbeda bagi para mahasiswa. Mereka tidak hanya memperoleh materi melalui buku, perkuliahan, atau diskusi di dalam kelas, tetapi dapat melihat bagaimana teori diterapkan dalam persoalan nyata.

Peserta KKN berasal dari berbagai disiplin ilmu. Di antaranya agroteknologi, teknik pertambangan, teknik lingkungan, perencanaan wilayah dan kota, teknik sipil, hukum, ekonomi dan bisnis, pertanian, psikologi, manajemen, serta akuntansi.

Keberagaman latar belakang tersebut membuat pengalaman KKN semakin luas. Pembangunan sebuah kota memang tidak dapat dikerjakan hanya dengan satu bidang ilmu.

Ada aspek tata ruang, infrastruktur, lingkungan, ekonomi, hukum, pelayanan masyarakat, hingga pengelolaan pemerintahan yang harus berjalan secara beriringan.

Karena itu, keberadaan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu memberikan kesempatan bagi mereka untuk memahami bagaimana setiap bidang dapat saling terhubung dalam sebuah proyek pembangunan berskala besar.

Masuk ke Berbagai Unit Kerja Otorita IKN

Selama menjalani program, para mahasiswa mendapatkan pengalaman di sejumlah bidang kerja yang berkaitan dengan pembangunan Nusantara.

Mereka belajar mengenai hukum, perencanaan makro, pertanahan, pengendalian penyelenggaraan pemerintahan, perizinan pembangunan, pelayanan dasar, lingkungan hidup, hingga penanggulangan bencana.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman mengenai ketahanan pangan, investasi dan kemudahan berusaha, pembiayaan, pembangunan sarana dan prasarana dasar maupun sosial, serta pengelolaan gedung, kawasan, dan perkotaan.

Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk memahami bahwa pembangunan kota memiliki proses yang kompleks.

Sebuah gedung yang berdiri di sebuah kawasan hanyalah salah satu bagian dari sistem yang jauh lebih besar. Di belakangnya terdapat proses perencanaan, regulasi, pembiayaan, pembangunan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, hingga pelayanan kepada masyarakat.

KKN Bukan Sekadar Menggugurkan Kewajiban

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono memberikan pesan kepada para mahasiswa agar pengalaman KKN tidak sekadar dijadikan kewajiban akademik.

Menurut Basuki, mahasiswa perlu mencari nilai dan manfaat dari kegiatan tersebut untuk pengembangan diri.

Pesan tersebut menjadi penting karena pengalaman langsung di lapangan memberikan pembelajaran yang tidak selalu bisa diperoleh melalui teori.

Mahasiswa dapat melihat bagaimana persoalan nyata muncul dan bagaimana pemerintah serta berbagai pihak mencari jalan keluar dari persoalan tersebut.

Dengan begitu, KKN dapat menjadi proses pembelajaran yang lebih bermakna.

Mahasiswa tidak hanya datang untuk menjalankan program, tetapi juga belajar mengamati, memahami masalah, bekerja sama, dan menemukan solusi.

Belajar Dunia Kerja Sejak Masih Mahasiswa

Pengalaman di Otorita IKN juga memperkenalkan mahasiswa pada lingkungan kerja profesional.

Mereka dapat melihat bagaimana sebuah institusi pemerintahan menjalankan tugas, bagaimana koordinasi dilakukan, dan bagaimana pekerjaan membutuhkan tanggung jawab serta etos kerja.

Pembelajaran tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia profesional.

Nilai akademik memang penting, tetapi dunia kerja juga membutuhkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, menyelesaikan persoalan, beradaptasi, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan.

Hal tersebut turut disampaikan Anang, yang mewakili dosen pembimbing lapangan. Menurutnya, pengalaman mahasiswa di IKN memberikan pembelajaran bukan hanya mengenai teori dan aplikasi di lapangan, tetapi juga mengenai dunia kerja, etos, serta tanggung jawab.

Dengan demikian, KKN di IKN menjadi semacam ruang transisi bagi mahasiswa untuk mengenal bagaimana ilmu yang mereka pelajari dapat diterapkan dalam lingkungan kerja yang sebenarnya.

Berinteraksi dengan Masyarakat

Pengalaman para mahasiswa juga tidak berhenti di lingkungan pemerintahan. Program KKN Tematik tersebut memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan masyarakat.

Hal tersebut menjadi pengalaman penting karena pembangunan kota pada akhirnya berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Mahasiswa perlu memahami bahwa pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur dan gedung, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan.

Aleandra Bonita Khansa Werat, salah satu peserta KKN dari Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, menyebut pengalaman tersebut memberikan pemahaman mengenai kerja pemerintahan sekaligus interaksi dengan masyarakat.

Ia juga mempelajari bagaimana regulasi terkait IKN dapat diselaraskan dengan aturan lainnya untuk mendukung pembentukan kerangka pemerintahan khusus bagi Nusantara.

Pengalaman Lintas Disiplin

Salah satu hal menarik dari KKN KUC–BSN adalah keberagaman bidang keilmuan peserta.

Mahasiswa teknik dapat melihat persoalan pembangunan dari perspektif teknis. Mahasiswa hukum melihat aspek regulasi. Mahasiswa ekonomi dan bisnis dapat memahami investasi serta aktivitas ekonomi. Sementara mahasiswa lingkungan dapat melihat bagaimana pembangunan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan.

Pertemuan berbagai perspektif tersebut dapat membentuk cara berpikir yang lebih luas.

Mahasiswa belajar bahwa persoalan di dunia nyata jarang memiliki satu jawaban sederhana. Sebuah masalah dapat membutuhkan kontribusi dari beberapa bidang ilmu sekaligus.

Inilah salah satu nilai penting dari pengalaman belajar di luar kampus.

Menjadi Bekal untuk Masa Depan

Pengalaman yang diperoleh selama KKN di IKN dapat menjadi modal bagi mahasiswa ketika melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Mereka mendapatkan kesempatan untuk menguji kemampuan, mengenal lingkungan profesional, serta memahami persoalan pembangunan secara lebih nyata.

Pengalaman tersebut juga dapat membantu mahasiswa mengenali bidang yang ingin mereka tekuni setelah menyelesaikan pendidikan.

Bagi sebagian peserta, KKN mungkin menjadi pengalaman pertama untuk melihat secara dekat bagaimana pemerintah bekerja dalam proyek pembangunan kota baru.

Bagi yang lain, pengalaman tersebut dapat menjadi pintu untuk memahami lebih jauh bidang keilmuan yang selama ini dipelajari.

Dari Kampus ke Nusantara

Program KKN Bersama KUC–BSN 2026 resmi berakhir pada 5 Agustus 2026. Penarikan peserta dilakukan oleh Otorita IKN dan dihadiri Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono beserta jajaran.

Namun, berakhirnya program bukan berarti berakhir pula proses pembelajaran.

Para mahasiswa membawa pulang pengalaman yang diperoleh selama berada di Nusantara. Mereka tidak hanya membawa catatan mengenai kegiatan KKN, tetapi juga pengalaman melihat secara langsung bagaimana sebuah kota baru dirancang dan dikelola.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan pendidikan yang tidak bisa sepenuhnya diperoleh di dalam ruang kelas.

KKN sebagai Ruang Belajar Masa Depan

Kehadiran 34 mahasiswa di IKN memperlihatkan bagaimana perguruan tinggi dapat terhubung dengan pembangunan nasional.

Mahasiswa tidak hanya menjadi penerima ilmu, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses belajar bersama dalam menghadapi persoalan nyata.

Kegiatan semacam ini juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk memahami bahwa pembangunan membutuhkan generasi muda yang memiliki pengetahuan sekaligus karakter.

Kemampuan akademik perlu berjalan bersama etos kerja, tanggung jawab, kemampuan berkolaborasi, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Karena itu, pengalaman KKN di IKN dapat menjadi lebih dari sekadar catatan dalam perjalanan akademik.

Para mahasiswa memperoleh kesempatan untuk melihat langsung bagaimana teori diterapkan, bagaimana kebijakan diterjemahkan dalam pekerjaan, serta bagaimana berbagai disiplin ilmu bekerja bersama dalam pembangunan.

Melihat Langsung Proses Membangun Kota Baru

Bagi 34 mahasiswa tersebut, IKN menjadi ruang belajar yang unik.

Mereka datang dari kampus dengan teori dan pengetahuan masing-masing, kemudian melihat secara langsung proses pembangunan Nusantara dari dekat.

Di sana mereka belajar bahwa membangun sebuah kota bukan hanya persoalan membangun jalan, gedung, atau kawasan. Di baliknya terdapat perencanaan panjang, regulasi, lingkungan, ekonomi, pelayanan masyarakat, serta sumber daya manusia.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda yang nantinya akan ikut menentukan arah pembangunan Indonesia.

Pada akhirnya, KKN KUC–BSN 2026 memberikan pesan bahwa pembelajaran terbaik tidak selalu terjadi di dalam kelas.

Terkadang, mahasiswa perlu turun langsung ke lapangan, melihat persoalan nyata, berinteraksi dengan masyarakat, dan memahami bagaimana sebuah keputusan dibuat.

Bagi 34 mahasiswa yang menjalani KKN di IKN, Nusantara bukan hanya lokasi pengabdian. Kawasan tersebut menjadi ruang belajar langsung tentang bagaimana sebuah kota baru dibangun, bagaimana pemerintahan bekerja, dan bagaimana berbagai ilmu pengetahuan dipertemukan untuk menjawab tantangan pembangunan.

Dari kampus menuju Nusantara, mereka mendapatkan pengalaman yang kelak dapat menjadi bekal dalam perjalanan profesional masing-masing.

Sebab, membangun masa depan Indonesia tidak hanya membutuhkan gedung dan infrastruktur, tetapi juga generasi muda yang memiliki ilmu, pengalaman, karakter, dan keberanian untuk terlibat langsung dalam menyelesaikan persoalan bangsa.

_

Sumber: https://ikn.kompas.com/read/2026/08/06/143319787/34-mahasiswa-kkn-di-ikn-belajar-langsung-bangun-kota-baru

Dari Hobi Jadi Cuan, Indra Namara Sulap Kecintaan pada Keris dan Joglo Antik Jadi Bisnis hingga Layani Kolektor Se-Indonesia
tokoh Sebelumnya
Dari Hobi Jadi Cuan, Indra Namara Sulap Kecintaan pada Keris dan Joglo Antik Jadi Bisnis hingga Layani Kolektor Se-Indonesia
author ASHAD
Aug 06, 2026

Komentar