Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
tokoh

Dibilang Tak Mungkin Masuk UGM, Izzat El Umam Setiadi Justru Lolos dengan UKT Rp0

author Andeliyumna
Jul 27, 2026 |
6 Dilihat


Schoolmedia News - Kalimat “kubur saja mimpinya” pernah didengar Izzat El Umam Setiadi ketika mengungkapkan keinginannya untuk berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM). Saat itu, pihak sekolah meminta Izzat untuk lebih realistis karena belum ada alumni dari sekolahnya yang berhasil diterima di UGM. Namun, ucapan tersebut tidak membuatnya menyerah. Alih-alih mengubur cita-cita, Izzat menjadikannya sebagai dorongan untuk membuktikan bahwa latar belakang sekolah bukan alasan untuk berhenti mengejar kampus impian.

Perjalanan Izzat menuju UGM sebenarnya tidak selalu berjalan mulus. Sebelum berhasil menjadi mahasiswa UGM, ia pernah mengalami kegagalan ketika mencoba masuk SMP dan SMA favorit. Pengalaman tersebut sempat menghadirkan kekecewaan, tetapi justru membentuk mentalnya untuk lebih berani menghadapi kegagalan. Dari pengalaman itu, Izzat belajar bahwa kegagalan bukan akhir dari perjalanan selama seseorang masih bersedia mencoba kembali. Prinsip tersebut kemudian menjadi bekal penting ketika ia mulai mempersiapkan diri untuk masuk perguruan tinggi.

Keinginan untuk berkuliah di UGM semakin kuat ketika Izzat duduk di kelas X SMA. Ia mulai mengenal berbagai aktivitas akademik dan kehidupan mahasiswa UGM melalui media sosial. Menyadari bahwa peluang masuk melalui jalur prestasi tidak mudah, ia mulai membangun portofolio sejak sekolah. Izzat aktif mengikuti berbagai kompetisi dan memperkuat kemampuan akademiknya. Ia mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Geografi hingga lolos ke tingkat provinsi setelah meraih peringkat keempat di tingkat kabupaten. Ia juga pernah menjadi juara dalam kompetisi Ekonomi Syariah yang diselenggarakan Universitas Jenderal Soedirman serta aktif mengembangkan kemampuan bahasa Inggris melalui English Club.

Setelah berbagai persiapan, Izzat akhirnya mengikuti seleksi Ujian Mandiri UGM. Masa menunggu pengumuman menjadi salah satu momen paling menegangkan baginya. Ia bahkan rutin menjalankan salat tahajud menjelang hasil seleksi diumumkan. Ketika akhirnya mengetahui namanya dinyatakan lolos, Izzat langsung melakukan sujud syukur dan mengabarkan kabar bahagia tersebut kepada kedua orang tuanya. Perasaan lega semakin lengkap ketika ia mengetahui memperoleh UKT Rp0 atau pembebasan biaya kuliah. Bagi Izzat dan keluarganya, bantuan tersebut sangat berarti karena membuatnya dapat lebih fokus mengembangkan kemampuan selama menjalani perkuliahan.

Izzat kini resmi menjadi mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian UGM. Pilihan tersebut berawal dari ketertarikannya terhadap inovasi teknologi pangan setelah melihat konten mahasiswa yang memperkenalkan inovasi kemasan makanan. Dari sana, ia mulai tertarik mendalami persoalan food waste, sampah plastik, dan ketahanan pangan. Menurutnya, berbagai persoalan tersebut membutuhkan inovasi agar teknologi pangan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia pun ingin memanfaatkan masa kuliahnya untuk memperdalam bidang tersebut sekaligus mengembangkan berbagai kemampuan lain.

Di balik keberhasilan tersebut, dukungan orang tua menjadi bagian penting dalam perjalanan Izzat. Ayahnya, Khadik Setiadi, memberikan kebebasan kepada putranya untuk memilih perguruan tinggi dan program studi sesuai minat. Ia tidak meminta Izzat menurunkan cita-citanya hanya karena peluang masuk UGM dianggap kecil. Dukungan tersebut membuat Izzat semakin yakin untuk memperjuangkan apa yang diinginkannya. Bagi keluarganya, keberhasilan Izzat diterima di UGM sekaligus memperoleh UKT Rp0 merupakan kebahagiaan yang patut disyukuri.

Kini, Izzat tidak lagi sekadar membuktikan bahwa dirinya mampu masuk UGM. Ia memiliki tantangan baru untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin. Ia ingin meraih prestasi selama kuliah, aktif mengembangkan diri, lulus tepat waktu, sekaligus mempelajari teknologi pangan yang kelak dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Kisahnya menjadi pengingat bahwa penilaian orang lain tidak seharusnya menjadi batas bagi seseorang dalam menentukan masa depan. Pernah gagal masuk sekolah favorit dan pernah diremehkan ketika menyebut kampus impian, Izzat justru membuktikan bahwa mimpi dapat diwujudkan ketika diiringi usaha, doa, dan keberanian untuk terus mencoba.

Dari Tapanuli Selatan ke China, Rafie Hajri Musaiyar Siregar Raih Beasiswa Penuh untuk Kuliah
tokoh Selanjutnya
Dari Tapanuli Selatan ke China, Rafie Hajri Musaiyar Siregar Raih Beasiswa Penuh untuk Kuliah
author Andeliyumna
Aug 03, 2026
Bawa Petuah Maluku ke Inggris, Alumnus IPDN Jadi Orator Wisuda University of York
tokoh Sebelumnya
Bawa Petuah Maluku ke Inggris, Alumnus IPDN Jadi Orator Wisuda University of York
author Andeliyumna
Aug 03, 2026

Komentar