Kurir Berusia 56 Tahun Ini Raih Penghargaan Sastra Bergengsi Berkat Puisi yang Ditulis di Sela Bekerja

Schoolmedia News - Banyak orang menganggap bahwa kesempatan meraih prestasi besar hanya dimiliki mereka yang mengenyam pendidikan tinggi atau berkecimpung di dunia akademik. Namun, anggapan itu dipatahkan oleh Wang Jibing, seorang kurir makanan berusia 56 tahun asal China. Di tengah kesibukannya mengantar pesanan setiap hari, Wang justru berhasil menorehkan prestasi luar biasa dengan meraih Penghargaan Sastra Lu Xun, salah satu penghargaan sastra paling bergengsi di China. Perjalanan hidupnya menjadi bukti bahwa mimpi tidak pernah dibatasi oleh usia, profesi, maupun ijazah yang dimiliki.
Wang tumbuh dalam keluarga dengan kondisi ekonomi yang sulit. Saat masih remaja, ia terpaksa meninggalkan bangku sekolah dan hanya mampu menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMP. Demi membantu memenuhi kebutuhan hidup, ia menjalani berbagai pekerjaan kasar, mulai dari buruh konstruksi, pemulung, hingga akhirnya bekerja sebagai kurir makanan. Meski kehidupan menuntutnya bekerja keras setiap hari, satu kebiasaan tidak pernah ia tinggalkan, yaitu membaca. Buku menjadi teman yang selalu menemaninya di sela-sela kesibukan, sementara menulis menjadi cara untuk menuangkan pengalaman hidup yang penuh perjuangan.

Inspirasi terbesar Wang lahir dari jalanan yang setiap hari ia lalui. Saat menunggu pesanan, beristirahat sejenak, atau selesai mengantarkan makanan, ia menulis puisi di secarik kertas. Salah satu puisinya yang berjudul "Man in Hurry" mulai dikenal luas setelah viral di media sosial pada 2022. Puisi tersebut terinspirasi dari pengalaman pribadinya ketika harus menghabiskan waktu berjam-jam mengantar pesanan akibat alamat pelanggan yang keliru. Dari pengalaman sederhana itu lahir karya yang menyentuh banyak pembaca karena menggambarkan kehidupan para pekerja biasa dengan bahasa yang jujur dan penuh empati. Kesuksesan puisi tersebut kemudian membawanya menerbitkan buku kumpulan puisi pertamanya pada 2023.
Keberhasilan Wang meraih Penghargaan Sastra Lu Xun menjadi kejutan bagi banyak orang. Namun, bagi dirinya, penghargaan tersebut bukan alasan untuk mengubah gaya hidup. Ia tetap memilih bekerja sebagai kurir meskipun secara finansial tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pekerjaan itu. Wang mengaku menikmati suasana bekerja di lapangan karena membuat tubuhnya tetap aktif dan memberinya kesempatan bertemu banyak orang. Ia ingin tetap menjalani kehidupan yang sederhana, sambil terus menulis tentang kisah-kisah yang ditemuinya setiap hari. Sikap rendah hati itu membuat kisahnya semakin menginspirasi, tidak hanya bagi para pekerja, tetapi juga bagi siapa pun yang sedang mengejar impian.
_
Penulis: Ashad Rizki
Editor: Ashad Rizki
Liputan Khusus Lainnya: