Air Mata Seorang Ibu Mengantar Mimpi: Perjalanan Salma, Putri Pedagang Air Kemasan Menembus UGM

Schoolmedia News Yogyakarta - Di balik deretan galon dan kardus air minum kemasan yang setiap hari diantarkan ke warung-warung, tersimpan sebuah mimpi besar yang tak pernah padam. sejak sang ayah meninggal dunia pada 2021, Salma Nadhifah Hasna Khairiyyah tumbuh bersama perjuangan ibunya, Riyanti, yang menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga. dengan penghasilan sekitar Rp1,5 juta per bulan dari berjualan air minum kemasan, sang ibu tetap memilih percaya bahwa pendidikan adalah jalan terbaik untuk mengubah masa depan putrinya.
Ketika Salma menyampaikan keinginannya untuk melanjutkan kuliah di Universitas Gadjah Mada, sang ibu tidak bertanya bagaimana biaya kuliahnya akan dibayar. ia hanya meminta putrinya terus belajar dan berdoa. dukungan sederhana itu menjadi kekuatan terbesar bagi Salma. berbekal kerja keras selama di bangku sekolah, lulusan SMAN 1 Godean tersebut akhirnya berhasil diterima di Program Studi Psikologi UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). momen pengumuman itu pun berubah menjadi tangis haru yang tak mampu dibendung oleh ibu dan anak yang selama ini sama-sama memendam harapan.
Kebahagiaan keluarga semakin lengkap ketika Salma mengetahui dirinya memperoleh subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 100 persen dari UGM. bantuan tersebut menjadi jawaban atas kegelisahan yang selama ini menghantui keluarganya. di tengah kondisi ekonomi yang serba terbatas, kesempatan kuliah tanpa terbebani biaya menjadi hadiah yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. bagi Salma, pencapaian itu bukan sekadar keberhasilan pribadi, tetapi juga hasil dari pengorbanan seorang ibu yang tidak pernah berhenti percaya pada masa depan anaknya.
Di balik prestasi tersebut, Salma dikenal sebagai sosok yang tekun dan aktif selama bersekolah, termasuk mengikuti kegiatan jurnalistik. ia percaya bahwa setiap kesempatan belajar harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Kini, ia bersiap memulai babak baru sebagai mahasiswa Psikologi UGM dengan membawa satu tekad: membalas perjuangan ibunya melalui pendidikan dan prestasi yang terus ia ukir.
Perjalanan Salma Nadhifah Hasna Khairiyyah menjadi bukti bahwa mimpi tidak pernah ditentukan oleh keadaan ekonomi keluarga. dari rumah sederhana yang menjadi tempat ibunya mencari nafkah hingga gerbang Universitas Gadjah Mada, ia menunjukkan bahwa kerja keras, doa, dan kasih sayang orang tua mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. kisahnya menjadi inspirasi bahwa di balik setiap anak yang berhasil menggapai cita-cita, selalu ada sosok ibu yang diam-diam berjuang tanpa lelah.
Penulis: Ashad Rizki
Editor: Ashad Rizki
Liputan Khusus Lainnya:
Dari TOEFL 437 Menuju Kampus Top Australia: Perjalanan Muhammad Rafi Saputra Menaklukkan Keraguan
Pernah Gagal LPDP, Kini Menjadi Calon Doktor di Australia: Perjalanan Ni'matul Zahro Menembus Batas Mimpi
Melihat dengan Hati, Meraih Mimpi Tanpa Batas: Perjalanan Angel Menembus Sosiologi UGM