
Alliya Rahma Heriadi, mahasiswa Seni Rupa Institut Teknologi Bandung angkatan 2023, meraih Bronze Winner kategori Emerging Artist pada ajang UOB Painting of the Year ke-15. Penghargaan tersebut diraih melalui karya lukisan berjudul "Berpelukan".
Alliya menyebut kompetisi ini sebagai langkah awal memasuki dunia seni profesional. Ia mengikuti ajang tersebut untuk membangun portofolio dan jenjang karier setelah lulus. Pada kompetisi ini, karya Alliya dinilai oleh juri yang terdiri atas akademisi dan kurator seni nasional, yakni Agung Hujatnikajunong, Venus lau, dan Alia Swastika.
Karya Berpelukan terinspirasi dari pemikiran filsafat relasi, khususnya gagasan tentang cinta sesama. Lukisan tersebut menampilkan gestur berpelukan sebagai simbol relasi, koneksi, serta pembentukan identitas diri melalui hubungan personal. Alliya juga mengakui pengaruh Christine Ay Tjoe, alumni Seni Rupa ITB, terutama dalam kejujuran ekspresi dan kekuatan garis.
Alliya menggambarkan karyanya sebagai refleksi yang sangat personal terhadap dirinya. Ia merasa telah membangun banyak relasi, baik dalam lingkup keluarga maupun perkuliahan, namun semua yang pernah ia manifestasikan runtuh seketika saat hubungan-hubungan itu terputus. Melalui karyanya, Alliya berusaha menelusuri kembali momen-momen tersebut sebagai bentuk pengakuan atas kerentanan, sekaligus ungkapan hasrat manusia untuk memulihkan koneksi yang hilang.
Secara teknis, Alliya menggunakan oil painting pada kanvas panoramik berukuran 150 x 50 cm. Format ini terinspirasi dari roll poster Jepang, yang memungkinkan penyajian narasi visual secara utuh dalam satu bidang, berbeda dari format triptik yang umum digunakan.
Dalam proses penciptaan karya, Alliya menyebut tantangan utama terletak pada pencarian autentisitas diri sebagai seniman muda. Ia menekankan pentingnya menikmati proses berkarya serta dukungan lingkungan sekitar. Dukungan keluarga, dosen, dan rekan dekat berperan besar dalam penyelesaian karyanya.
Alliya memandang capaian ini sebagai batu pijakan, bukan tujuan akhir. Ia berencana melanjutkan partisipasi dalam pameran dan membangun jejaring seni secara berkelanjutan.
Melalui karya "Berpelukan", Alliya ingin menyampaikan pesan tentang menjaga diri dan autentisitas. "Berpelukan, adalah salah satu gestur kamu menjaga diri dan mengenal lebih diri sendiri, sehingga sebagai orang seniman, kita memiliki karakter dan pathway yang jelas" tuturnya.
Caption: Penyerahan Piala dan Buket kepada para pemenang kategori Emerging Artist oleh Penyelenggara dalam sesi Awarding UOB Painting of the Year ke-15 di Jakarta, Oktober 2025 (Dok. Pribadi)
Kepada teman-teman mahasiswa Seni Rupa yang ingin meniti karier profesional, Alliya membagikan sejumlah hal dari perjalanannya.
1. Kembali ke hal mendasar: prioritaskan penguasaan skill dan pendalaman konsep artistik. Ia mendorong untuk berani menjelajahi medium lain, seperti patung, intermedia, hingga kajian, sebagai cara memperluas wawasan, dan memperkaya bahasa visual.
2. Perluas wawasan: Mengikuti berbagai kelas baik untuk pendalaman jurusan maupun lintas jurusan yang disediakan kampus.
3. Terjun langsung ke medan seni: aktif mengikuti pameran terbuka (open call), berdialog dengan sesama seniman, dan terlibat dalam proyek bersama dosen.
Hingga kini, Alliya telah berpartisipasi di lebih dari sepuluh pameran. Hal ini menjadi bukti nyata dari konsistensi dan semangat eksplorasinya di dunia seni.
Tim Schoolmedia
Tinggalkan Komentar