
Schoolmedia News Jakarta = Program Studi Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung ((FSRD ITB) menggelar perhelatan akbar tahunan Kriya ITB Fashion Week (KIFW) 2026. Acara yang berlangsung pada Senin dan Selasa (5-6/1/2026) ini sukses menyedot perhatian lebih dari 600 pengunjung di Aula Timur dan Aula Barat, ITB Kampus Ganesha.
Tahun ini, KIFW 2026 mengangkat tema futuristik bertajuk âForeseeing The Unseen: Whispered Prophecies of Mankindâs Fateâ. Lebih dari 150 karya dipamerkan, melibatkan kolaborasi lintas angkatan mahasiswa Kriya (angkatan 2022, 2023, dan 2024).
Ketua Pelaksana KIFW 2026, Aqila Devi Ramadanti (Kriya 2023), menjelaskan bahwa tema tersebut menantang mahasiswa untuk tidak sekadar membuat baju, melainkan melakukan riset tren (trend forecast). "Tema ini mengharuskan mahasiswa menganalisis gambaran masa depan dunia berdasarkan kejadian-kejadian berdampak besar di tahun sebelumnya, lalu menceritakannya kembali dalam bentuk karya fesyen," ujar Aqila.
Menurut Aqila, KIFW bukan hanya pameran estetika, melainkan representasi kemampuan riset mahasiswa dalam membaca isu sosial dan budaya, lalu mengolahnya menjadi gagasan visual.
Peningkatan Skala dan Ragam Karya
Berbeda dengan pelaksanaan perdana pada 2025, KIFW 2026 mencatatkan peningkatan signifikan baik dari segi kuantitas karya maupun area pelaksanaan. Jika sebelumnya hanya terbatas di satu lokasi, kali ini pameran meluas hingga menggunakan dua aula utama ITB (Barat dan Timur) untuk menampung lonjakan karya hingga dua kali lipat.
Ragam karya yang ditampilkan mencakup 47 karya Fashion (busana), 37 karya Craft and Image, 12 karya Craft Entrepreneurships, 13 karya Jewelry (perhiasan), dan 47 karya Eksplorasi Motif. Puncak acara dimeriahkan dengan Fashion Show yang menampilkan 47 karya busana dari mahasiswa semester 5 mata kuliah KR3001 Kriya dan Fashion.
âKIFW adalah ajang untuk menjawab pertanyaan publik tentang âapa itu kriya?â. Pameran ini adalah panggung yang menyatukan kreativitas dan kesadaran terhadap perubahan zaman,â kata Aqila.
Tantangan di Tengah Kesibukan Akademik
Kesuksesan acara ini tidak lepas dari kerja keras panitia di balik layar. Aqila mengungkapkan bahwa tantangan terbesar pelaksanaan KIFW tahun ini adalah manajemen waktu, mengingat persiapan acara berjalan beriringan dengan masa Ujian Akhir Semester (UAS).
"Tantangan terberat adalah menjaga konsistensi kerja panitia di tengah padatnya tugas akademik dan UAS. Namun, berkat dukungan penuh dari Dekanat dan Kaprodi Kriya ITB, semua tantangan tersebut dapat teratasi dengan baik," katanya.
Selain pameran dan peragaan busana, KIFW 2026 juga menghadirkan sesi Talkshow yang mengundang praktisi industri kreatif, memberikan wawasan baru bagi mahasiswa dan pengunjung.
Aqila berharap, respons positif dan feedback yang diterima tahun ini dapat menjadi bahan bakar untuk pelaksanaan tahun depan.
âSaya berharap pameran Kriya ITB tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, tetapi terus berkembang sebagai ruang berkelanjutan bagi mahasiswa untuk bereksperimen, berkolaborasi, dan berdialog dengan masyarakat luas,â katanya.
Tim Schoolmedia
Tinggalkan Komentar