Cari

Siswa

Yulistika Rahayu Raih IPK Sempurna 4,00 di MM FEB UGM Meski Kuliah Dengan Kehamilan dan Berdukacita


Lalui Duka dan Kehamilan, Yulistika Rahayu Raih IPK Sempurna 4,00 di MM FEB UGM

Schoolmedia News SLEMAN – Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mewisuda putra-putri terbaiknya dalam Upacara Wisuda Program Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2025/2026. Di tengah ribuan lulusan, sosok Yulistika Rahayu mencuri perhatian publik. Wisudawati dari Program Studi Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM Kampus Jakarta ini berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00.

Prestasi yang diraih perempuan yang akrab disapa Tika ini tidak didapatkan dengan mudah. Di balik angka IPK sempurna tersebut, tersimpan perjuangan luar biasa yang melibatkan ketahanan mental dan fisik.

Selama masa studi yang ditempuh dalam waktu 1 tahun 9 bulan 9 hari, Tika harus menghadapi berbagai tantangan hidup yang datang bertubi-tubi, mulai dari menjalani perkuliahan sambil hamil hingga kehilangan orang tua tercinta.

Tika, yang saat ini menjabat sebagai Senior Account Manager di PT Telkom Indonesia, mengungkapkan bahwa keputusannya melanjutkan studi ke jenjang S2 didorong oleh keinginan kuat untuk pengembangan diri.

Meski memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Teknik Industri, ia memilih mendalami ilmu manajemen di FEB UGM untuk memperbarui kemampuan berpikir kritis dan kepemimpinannya agar tetap relevan dengan dinamika dunia profesional.

"Keputusan saya melanjutkan studi didorong oleh keinginan untuk fokus pada pengembangan diri. Saya merasa kemampuan berpikir kritis dan leadership perlu diperbarui agar lebih relevan dengan tuntutan dunia profesional saat ini," ujar Tika saat ditemui di Grha Sabha Pramana, Senin (26/1).

Perjalanan akademiknya di angkatan 2023 penuh dengan dinamika. Pada semester awal hingga kedua, ia harus menjalani rutinitas perkuliahan dalam kondisi hamil. Tak lama setelah melahirkan, ujian hidup kembali datang ketika sang ayah meninggal dunia.

Di titik terendah tersebut, Tika sempat merasa berat, namun ia memilih untuk tidak menyerah. Dukungan dari keluarga dan dosen pembimbing menjadi pilar kekuatannya.

Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada dosen pembimbingnya, Prof. Willy Abdillah, yang tidak hanya memberikan arahan akademik tetapi juga menjadi mentor emosional selama proses penyusunan tesis.

Di bawah bimbingan Prof. Willy, Tika berhasil menyelesaikan tesis yang mengangkat topik analisis kompetensi inti untuk mendukung pertumbuhan bisnis di tempatnya bekerja, PT Telkom Indonesia.

Hasil penelitiannya dianggap sangat relevan dengan kondisi perusahaan yang sedang bertransformasi. Tika berharap temuan dalam tesisnya dapat menjadi referensi nyata bagi strategi adaptasi perusahaan di masa depan.

Dalam prosesi wisuda yang dipimpin oleh Rektor UGM, Tika dinobatkan sebagai wisudawan terbaik FEB UGM. Ia mengaku bersyukur atas atmosfer pembelajaran di UGM yang sangat suportif. Baginya, diskusi di kelas dengan rekan-rekan dari berbagai latar belakang telah memperkaya perspektifnya dalam melihat sebuah permasalahan.

Mengakhiri ceritanya, Tika berpesan kepada rekan-rekan mahasiswa yang masih berjuang agar tetap fokus dan konsisten pada proses. Ia menekankan bahwa keberhasilan meraih gelar bukanlah titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

"Jalani semuanya satu per satu. Jangan ragu untuk saling membantu, karena perjalanan ini akan terasa jauh lebih ringan ketika dijalani bersama," pungkasnya dengan rendah hati.

Kisah Yulistika Rahayu menjadi bukti nyata bahwa komitmen yang kuat dan kemampuan mengelola krisis dapat membawa seseorang meraih puncak prestasi akademik tanpa mengabaikan tanggung jawab profesional maupun keluarga.

Tim Schoolmedia 

Tokoh Sebelumnya
Alliya Rahma Heriadi Raih Penghargaan Nasional UOB Painting of the Year ke-15

Tokoh Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar