598 Hektare Lahan Semeru Terbakar, BPBD Jatim Ungkap Penyebabnya

Schoolmedia News – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Semeru, Jawa Timur. Berdasarkan data penanganan bencana, luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 598 hektare.
Kebakaran terjadi di kawasan yang memiliki kondisi vegetasi kering sehingga api lebih mudah menyebar. Selain itu, kondisi medan pegunungan dan angin turut menjadi tantangan bagi petugas dalam melakukan pemadaman.
BPBD Jawa Timur menyebut faktor kekeringan dan kondisi vegetasi yang mudah terbakar menjadi salah satu penyebab kebakaran cepat meluas. Musim kemarau membuat sebagian kawasan gunung memiliki material tumbuhan kering yang mudah tersulut api.
Penanganan kebakaran dilakukan oleh tim gabungan dengan mengerahkan personel dan peralatan pemadaman ke sejumlah titik terdampak. Petugas juga melakukan pemantauan untuk memastikan api tidak kembali meluas ke kawasan lainnya.
Kondisi medan menjadi salah satu kendala utama. Sejumlah lokasi kebakaran berada di area dengan kontur terjal sehingga tidak seluruh titik dapat dijangkau dengan mudah oleh petugas melalui jalur darat.
Selain pemadaman langsung, pemantauan titik api juga dilakukan untuk mengetahui perkembangan sebaran kebakaran. Tim gabungan terus berkoordinasi untuk menentukan langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan.
BPBD Jatim sebelumnya memetakan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sebagai salah satu wilayah dengan potensi karhutla tinggi selama musim kemarau 2026. Data BPBD Jatim pada Agustus menunjukkan luas kawasan TNBTS yang terbakar telah mencapai lebih dari 1.100 hektare.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kawasan Semeru dan TNBTS merupakan kawasan konservasi yang memiliki ekosistem serta keanekaragaman hayati penting. Upaya pencegahan dan pemadaman terus dilakukan untuk membatasi dampak kebakaran.
Masyarakat dan pendaki juga diimbau berhati-hati selama musim kemarau, tidak menyalakan api sembarangan, serta memastikan tidak ada sumber api yang ditinggalkan. BPBD Jatim bersama berbagai unsur terkait terus melakukan pemantauan di kawasan yang dinilai rawan karhutla.
_
Liputan Khusus Lainnya:
BMKG Catat 1.142 Hotspot di Bintan, 150 Karhutla Terjadi hingga Agustus 2026