Kualitas Udara Membaik, SMA dan SMK Pekanbaru Mulai Masuk Sekolah Tatap Muka

Schoolmedia News – Kegiatan belajar mengajar di Kota Pekanbaru kembali dilaksanakan secara tatap muka mulai Senin (31/8/2026) setelah kualitas udara membaik pascakabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sebelumnya, kegiatan pembelajaran sempat dialihkan secara daring sebagai langkah antisipasi terhadap memburuknya kualitas udara. Berdasarkan pemantauan BMKG pada Minggu (30/8/2026) pukul 09.00 WIB, kualitas udara Pekanbaru berada pada kategori “Sedang”.
Dengan kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar kembali dilaksanakan secara tatap muka penuh sesuai jam pembelajaran normal. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Nomor B.400.3.1/Disdik/25/2026.
Meski pembelajaran tatap muka kembali berjalan, sekolah tetap diminta memperhatikan kesehatan dan keselamatan peserta didik. Aktivitas fisik di luar ruangan seperti upacara, olahraga, dan kegiatan ekstrakurikuler untuk sementara dibatasi atau dipindahkan ke dalam ruangan.
Perhatian khusus juga diberikan kepada siswa yang rentan terhadap gangguan kesehatan akibat kualitas udara, terutama mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma atau ISPA.
Jika kondisi kesehatan siswa terganggu, peserta didik diperbolehkan mengikuti pembelajaran dari rumah setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah.
Sekolah juga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan kualitas udara. Apabila kondisi kembali memburuk, kepala sekolah dapat mengambil langkah pengamanan, mulai dari menghentikan aktivitas luar ruangan, memulangkan siswa lebih awal, hingga mengalihkan pembelajaran kembali ke sistem daring setelah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan.
Selain itu, satuan pendidikan diminta melakukan asesmen diagnostik dan menyiapkan program pemulihan pembelajaran bagi siswa yang mengalami ketertinggalan akibat penyesuaian kegiatan belajar selama kondisi udara memburuk.
Kembalinya pembelajaran tatap muka menjadi tanda bahwa aktivitas pendidikan di Pekanbaru mulai berangsur normal. Namun, kondisi kualitas udara tetap menjadi perhatian utama agar kegiatan belajar berlangsung dengan aman bagi siswa maupun tenaga pendidik.
_