Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
regional

Kabut Asap Makin Mengancam, SMA dan SMK di Kalteng Mulai Terapkan PJJ

author ASHAD
Aug 31, 2026 |
1 Dilihat


Schoolmedia News – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memburuk di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah mulai berdampak langsung terhadap kegiatan pendidikan. Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) yang berada di wilayah terdampak dengan kualitas udara sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Kebijakan tersebut mulai berlaku 31 Agustus 2026 dan pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah serta satuan pendidikan. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko paparan kabut asap terhadap peserta didik sekaligus memastikan kegiatan belajar tetap berjalan.

Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo menjelaskan, pembelajaran tidak dihentikan meski siswa tidak mengikuti kegiatan secara langsung di sekolah. Proses belajar dialihkan ke metode daring agar hak peserta didik memperoleh layanan pendidikan tetap terpenuhi.

Dalam pelaksanaan PJJ, kegiatan pembelajaran dimulai pukul 08.00 WIB, dengan durasi satu jam pelajaran selama 30 menit. Jadwal selanjutnya mengikuti ketentuan masing-masing sekolah.

Khusus siswa SMK, kegiatan praktik atau mata pelajaran produktif untuk sementara dialihkan menjadi pembelajaran teori. Sementara itu, pembelajaran di satuan pendidikan khusus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik dan dapat dilakukan secara daring maupun luring.

Orang Tua Diminta Awasi Aktivitas Anak

Selama PJJ berlangsung, orang tua atau wali peserta didik diminta ikut mengawasi kegiatan belajar anak di rumah. Siswa juga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi kualitas udara masih buruk.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi paparan asap karhutla. Sebelumnya, Disdik Kalteng juga telah meminta sekolah terdampak melakukan berbagai penyesuaian, termasuk mengurangi aktivitas luar ruangan, mewajibkan penggunaan masker, serta menyiapkan fasilitas untuk mengantisipasi gangguan pernapasan.

Kebijakan pembelajaran jarak jauh ini bersifat situasional. Kondisi sekolah dan kualitas udara akan terus dievaluasi. Jika kualitas udara membaik dan lingkungan kembali aman untuk kegiatan belajar, pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan kembali seperti biasa.

Kepala sekolah juga diminta memantau kondisi kabut asap di lingkungan masing-masing dan melaporkan perkembangan kepada Dinas Pendidikan Kalteng. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menentukan kebijakan pembelajaran berikutnya.

Kabut asap karhutla dengan demikian tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memengaruhi proses pendidikan. Perubahan pola belajar menjadi PJJ menjadi salah satu langkah sementara untuk menjaga agar kegiatan pendidikan tetap berlangsung sekaligus meminimalkan risiko kesehatan bagi siswa dan tenaga pendidikan.

_

Sumber: https://regional.kompas.com/read/2026/08/31/074949978/kabut-asap-makin-mengancam-paru-paru-siswa-seluruh-sma-dan-smk-di-kalteng


Kualitas Udara Membaik, SMA dan SMK Pekanbaru Mulai Masuk Sekolah Tatap Muka
regional Selanjutnya
Kualitas Udara Membaik, SMA dan SMK Pekanbaru Mulai Masuk Sekolah Tatap Muka
author ASHAD
Aug 31, 2026
Wamen Stella Ungkap Skill Penting untuk Hadapi Era Green Jobs
regional Sebelumnya
Wamen Stella Ungkap Skill Penting untuk Hadapi Era Green Jobs
author ASHAD
Aug 31, 2026

Komentar