Lampung Siaga Kemarau, BPBD Usulkan Modifikasi Cuaca untuk Cegah Gagal Panen

Schoolmedia News Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi mengganggu ketersediaan air dan sektor pertanian. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung menyiapkan opsi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang lebih parah.
Langkah tersebut dipertimbangkan karena kemarau berkepanjangan tidak hanya berpotensi menyebabkan kekurangan air bersih, tetapi juga mengancam produktivitas pertanian. Lampung merupakan salah satu daerah yang berperan sebagai lumbung pangan nasional dengan berbagai komoditas seperti padi dan jagung.
Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Lampung, Muhammad Fareza Revanza, mengatakan ancaman yang paling dikhawatirkan adalah dampak lanjutan kekeringan terhadap sektor pertanian. Jika pasokan air terus menurun, risiko gagal panen dapat meningkat dan berpengaruh terhadap perekonomian daerah.
BPBD Lampung akan menyesuaikan pelaksanaan OMC dengan perkembangan kondisi cuaca dan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Teknologi modifikasi cuaca dilakukan dengan pendekatan berbeda sesuai kondisi. Jika sebelumnya dapat digunakan untuk mengurangi risiko hujan berlebih, dalam situasi kekeringan OMC diarahkan untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan.
Selain opsi hujan buatan, BPBD Lampung memperkuat mitigasi bersama BPBD kabupaten dan kota. Langkah yang dilakukan meliputi pemetaan wilayah rawan kekeringan, edukasi kepada masyarakat, serta sosialisasi penghematan air.
Masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Pemerintah menilai upaya menghadapi kekeringan tidak dapat hanya mengandalkan intervensi pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi masyarakat untuk mengurangi tekanan terhadap ketersediaan air.
Kesiapsiagaan tersebut diharapkan dapat menekan dampak kemarau terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga produktivitas pertanian Lampung. Dengan antisipasi sejak dini, risiko gagal panen dan gangguan ekonomi akibat kekeringan diharapkan dapat diminimalkan.
-
Penulis: Ashad Rizki
Editor: Ashad Rizki
Liputan Khusus Lainnya:
2 Demo Digelar Hari Ini di Jakarta, Warga Diminta Cari Jalur Alternatif
Atlet Riau Demo Tuntut Bonus PON, Bawa Kardus Sumbangan untuk Korban Bencana
Evakuasi Dramatis 13 Jam, Jenazah Pendaki Gunung Piramid Tiba di Bondowoso