Mendikti Ajak PTN dan PTS Perbanyak Joint Degree, Lulusan Disiapkan Berdaya Saing Global

Schoolmedia News Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto, mendorong perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) untuk memperluas kerja sama akademik melalui program joint degree dan double degree. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas lulusan Indonesia sekaligus memperkuat daya saing perguruan tinggi di tingkat internasional.
Menurut Mendikti, kolaborasi antarkampus tidak hanya membuka peluang bagi mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas, tetapi juga memperkaya ekosistem pendidikan tinggi melalui pertukaran pengetahuan, riset, dan inovasi. Program gelar bersama dinilai mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi global dan lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Brian Yuliarto menjelaskan bahwa kerja sama tidak harus terbatas pada PTN dengan perguruan tinggi luar negeri. PTN dan PTS di dalam negeri juga didorong untuk saling bermitra dalam menyelenggarakan program akademik bersama, sehingga potensi dan keunggulan masing-masing institusi dapat saling melengkapi.
Melalui skema joint degree, mahasiswa dapat menempuh satu kurikulum yang disusun bersama oleh dua perguruan tinggi dan memperoleh satu ijazah yang diakui oleh kedua institusi. Sementara itu, pada program double degree, mahasiswa mengikuti kurikulum yang memenuhi persyaratan dari dua perguruan tinggi sehingga berhak memperoleh dua gelar akademik sekaligus setelah menyelesaikan studi.
Pemerintah berharap semakin banyak perguruan tinggi yang membangun kolaborasi lintas institusi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, kerja sama tersebut juga diharapkan mendorong peningkatan mobilitas mahasiswa dan dosen, memperluas jejaring penelitian, serta mempercepat transfer ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dengan semakin banyaknya program joint degree dan double degree, lulusan perguruan tinggi Indonesia diharapkan memiliki pengalaman akademik yang lebih beragam, wawasan internasional yang lebih kuat, serta daya saing yang lebih tinggi di pasar kerja global. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat transformasi pendidikan tinggi menuju sistem yang lebih kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.
-
Penulis: Ashad Rizki
Editor: Ashad Rizki
Liputan Khusus Lainnya:
Pemprov DKI Gelontorkan Rp99,9 Miliar untuk Beasiswa LPDP, 100 Mahasiswa Siap Kuliah di 11 Negara
Stabilitas Ekonomi Bergantung pada Independensi BI, Ini Pesan Guru Besar Atma Jaya
BGN Hadirkan Fitur Cek Menu dan Dapur MBG, Orang Tua Bisa Ikut Mengawasi