ITB Luncurkan Platform Sertifikasi Fleksibel, Skill Bisa Dikembangkan dan Dikonversi Jadi SKS
Schoolmedia News Bandung - Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi meluncurkan ICE Microcredential ITB, sebuah platform pembelajaran dan sertifikasi yang dirancang untuk membantu mahasiswa, profesional, hingga masyarakat umum meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja. Program ini menjadi bagian dari upaya ITB menghadirkan pendidikan yang lebih fleksibel, adaptif, dan relevan dengan perkembangan industri.
Melalui platform ini, peserta dapat mengikuti program pembelajaran singkat (microcredential) yang berfokus pada penguasaan keterampilan spesifik. Setelah menyelesaikan pelatihan dan asesmen, peserta akan memperoleh sertifikat resmi ITB serta digital badge sebagai bukti kompetensi yang dapat digunakan untuk mendukung karier maupun pengembangan profesional.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Irwan Meilano, menjelaskan bahwa dunia kerja kini semakin mengutamakan keterampilan yang terverifikasi dibandingkan hanya gelar akademik. Karena itu, ICE Microcredential dikembangkan sebagai sistem pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan upskilling dan reskilling di berbagai bidang pekerjaan.
Program ini melibatkan 10 fakultas dan sekolah di lingkungan ITB dengan lebih dari 50 pilihan program pembelajaran yang mencakup bidang kecerdasan artifisial (AI), analisis data, teknologi energi, rekayasa, bisnis, kewirausahaan, arsitektur, hingga berbagai keterampilan digital lainnya. Materi dirancang secara modular sehingga peserta dapat belajar sesuai kebutuhan dan waktu yang dimiliki.
Salah satu keunggulan ICE Microcredential adalah peluang konversi Satuan Kredit Semester (SKS). Kredit pembelajaran yang diperoleh peserta dapat diajukan sebagai bagian dari pendidikan akademik apabila melanjutkan studi di ITB melalui mekanisme Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), sesuai ketentuan program studi yang berlaku.
ITB berharap kehadiran ICE Microcredential dapat memperkuat budaya pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas. Dengan sistem yang fleksibel dan berorientasi pada kebutuhan industri, platform ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja.
-
Penulis: Ashad Rizki
Editor: Ashad Rizki
Liputan Khusus Lainnya:
ISI Yogyakarta Hadirkan Pre-University, Siswa Bisa Rasakan Kuliah Seni Sebelum Jadi Mahasiswa
OSMB Jadi Gerbang Belajar Mandiri, UT Perluas Kesempatan Kuliah bagi Semua
Bukan Sekadar Nilai IPK, ITB Beberkan Bekal Penting Agar Lulusan Lebih Dilirik Industri